Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Ilmu Agama>Pengertian Islam Menurut Ulama

Pengertian Islam Menurut Ulama

oleh: 3handoyo     Pengarang : 3handoyo
ª
 
Islam merupakan agama terbesar ke-dua di dunia, dan agama dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Diwahyukan Allah swt lewat para nabi yang mulia, dan Muhammad Saw sebagai nabi pamungkas. Islam adalah satu-satunya agama yang penamaannya build-in dari kitab sucinya. Tidak seperti Kristen yang diambil dari nama pendirinya (Jesus Chrust), juga Budha, bukan pula merupakan nama suatu suku/golongan sebagaimana agama Yahudi dan Hindu. Islam pula yang merupakan satu-satunya agama yang terjaga kitab sucinya (Al-Qur'an), bahkan
terpelihara bahasanya hingga sekarang. Juga satu-satunya agama yang memiliki kitab suci yang mampu dihafal oleh banyak orang.

Pengertian Islam.

Islam secara bahasa (etimologi) berasal dari kata "salm" yang berarti damai (lihat Qs.8: 61), berasal dari kata "aslama" yang berarti menyerah atau berserah diri (Lihat Qs.4: 125, QS.6: 162, QS.3: 83), berasal dari kata "istaslama–mustaslimun" yang bermakna berserah diri total pada Allah swt (Lihat QS.37: 26, QS.2: 208), berasal dari kata "Saliim" yang bermakna bersih dan suci (Lihat QS.26: 89, QS.37: 84, QS.5: 6), dan juga berasal dari kata "salam" yang berarti selamat dan sejahtera. (Lihat: QS.19: 47)

Adapun menurut syariat (terminologi), definisi Islam berada pada dua keadaan:
Pertama, apa bila kata Islam disebutkan secara mandiri maka pengertian islam adalah mencakup keseluruhan agama, baik ushul (pokok) maupun furu (cabng), berupa masalah aqidah, ibadah, keyakinan, perkatan dan perbuatan. pengertian ini menunjukkan bahwa Islam adalah pengakuan dengan lisan, meyakini dengan hati, dan berserah diri pada Allah Swt atas semua yang telah ditentukan dan ditakdirkan. (Mufradaat AlFaazhil Quran, al-Alamah Raghib al-Ashfahani dan Ma'aarijul Qabual, Syaikh Hafizh bin Ahmad al-Hakami).

Ada pula yang mendefinisikannya sebagai "Berserah diri pada Allah dengan cara mentauhidkan-Nya, tunduk patuh pada-Nya, dengan melaksanakan ketaatan, serta membebaskan diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya." (Al-Ushuluts Tsalaatsah, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dan Syarah Tsalastsil Ushuul, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)

Kedua: Apabila kata Islam disebutkan bersamaan dengan kata iman, maka makna Islam adalah perkataan dan amal-amal lahiriyah yang harta dan dirinya terjaga dengan perkatan dan amal-amal tersebut, baik dia meyakini Islam, maupun tidak. Sedang kata iman berkaitan dengan amalan hati. (Ma'aarijul Qabuul, Syaikh Hafizh bin Ahmad al-Hakmi, II/21). Sebagaimana perkataan Allah Swt: "Orang-orang Arab badui itu berkata, 'kami telah beriman.' Katakanlah (pada mereka): 'Kamu belum beriman, tapi ucapkanlah 'kami telah tunduk,' karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu." (Qs. Al-Hujuraat: 14)

Terkait maraknya gerakan pluralisme yang mendefinisikan Islam hanya sebagai kepasrahan, sebagaimana yang dilakukan W.C. Smith, Syed Naquib Al-Attas menerangkan definisi Islam sebagai: "Islam, karenanya, bukan semata-mata sebuah kata kerja yang bermakna kepasrahan, ia juga nama sebuah agama yang menjelaskan cara kepasrahan yang benar, juga sekaligus menjelaskan definisi agama (secara umum): kepasrahan pada Tuhan." (Prof. Syed Naquib Al-Attas, Prolegomena to The Metaphysics of Islam, ISTAC, Kuala Lumpur, 1995, hal 10-11)

Wallahu a'lam.
Diterbitkan di: 14 Desember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Mengapa terjadi ragam makna tentang pengertian Islam? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.