Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Jumlah nabi dan rasul

oleh: ancom    
ª
 
Sulit mengetahui dengan pasti berapa banyak rasul yang diutus oleh Allah, meskipun ada hadits yang menyebutkan bahwa, misalnya, ada 313 orang rasul, sedangkan nabi jumlahnya lebih besar lagi sepanjang sejarah. Kita hanya tahu nama-nama nabi yang disebutkan di dalam Al Qur’an, wahyu terakhir yang diturunkan oleh Allah. Allah memberikan pengetahuan untuk kita tentang kehidupan para nabi agar kita bisa memahami amal perbuatan mereka. Melalui para rasul yang diutus-Nya, Allah menyampaikan kepada kita jalan hidup yang benar dan bagaimana bersikap dengan baik di dunia ini. Hanya melalui wahyu Allah itulah, kita bisa mengetahui bagaimana kita bersikap, dan perbuatan apakah yang lebih baik dan lebih sesuai dengan nilai-nilai Al Qur'an. Hanya melalui wahyunya itulah kita bisa mengetahui perbuatan yang diridhai oleh Allah dan diganjar dengan pahala tak terbatas, maupun perbuatan yang menyebabkan hukuman dari-Nya.


Di dalam Al Qur'an, Allah memberi tahu kita bahwa sepanjang sejarah Dia mengutus rasul-rasulnya kepada seluruh umat, dan para rasul itu memberi mereka peringatan. Para rasul ini mengajak umatnya untuk menyembah Allah, untuk berdoa kepada-Nya dan melaksanakan perintah-Nya. Dia juga menjelaskan kepada mereka bahwa jika tidak begitu, mereka akan dihukum. Singkatnya, mereka memperingatkan orang-orang tak beriman bahwa mereka akan diberi balasan. (Surga dan Neraka akan dibahas dengan lebih terperinci dalam bagian berikut.)

Wahyu-wahyu Allah sebelum Al Qur'an sudah tidak asli lagi, karena orang-orang bodoh dan orang-orang yang berperilaku tercela mengubahnya dengan kata-kata mereka sendiri dan bagian tambahan dari mereka. Oleh sebab itu, kitab aslinya, wahyu sebenarnya yang mula-mula disampaikan kepada para rasul, sudah tidak ada lagi saat ini. Akan tetapi, Allah telah menurunkan kepada kita Al Qur'an, kitab yang mustahil bisa diubah-ubah.

Nabi Muhammad SAW, dan orang-orang Islam yang hidup setelahnya menjaga Al Qur'an dengan sangat baik. Al Qur'an begitu jelas sehingga semua orang bisa memahaminya. Ketika kita membaca Al Qur'an, kita bisa segera memahami bahwa ini adalah perkataan Allah. Al Qur'an, yang sepenuhnya tetap terjaga keasliannya, berada dalam perlindungan Allah dan merupakan satu-satunya kitab wahyu yang akan dipertanggungjawabkan oleh manusia pada Hari Pembalasan.

Saat ini, seluruh umat Islam, di mana pun mereka berada, membaca Al Qur'an yang sama. Tidak ada satu perbedaan pun yang ditemui dalam satu kata atau hurufnya sekalipun. Al Qur'an yang diwahyukan pada Rasulullah SAW, dan dibukukan oleh Kalifah Abu Bakar RA dan kemudian dituliskan oleh Kalifah Usman RA yang hidup 1.400 tahun yang lalu, dan Al Qur'an yang kita baca sekarang adalah sama. Ada hubungan erat antara semuanya itu. Artinya, mulai semenjak Al Qur'an diwahyukan pada Nabi Muhammad SAW, Al Qur'an tetap terjaga seluruhnya. Ini karena Allah melindungi Al Qur'an dari orang-orang jahat yang berniat mengubahnya atau menambahkan bagian-bagian tertentu ke dalamnya. Dalam satu ayat, Allah memberi tahu kita bahwa Allah secara langsung menjaga Al Qur'an.

Diterbitkan di: 25 Oktober, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.