Adul,begitulh aku dipanggil. Aku masih berusia 13 tahun. Aku ingin
bercerita ttg suatu impian yang sllu kumohonkn dlm doaku pada-Nya
Sejak kecil Aku sudah terlahir sbgai seorang pincang dari keluarga
brokenhome,hingga saat ini Aku tidak tahu dimana Ayahku..
Kujalani hidup dgn segenap harapan,Aku brjualan kue dipinggir jalan
dari bus ke bus. Kue ini kudapat dari majikan tempat Ibuku biasa
bekerja. Ibu menyetrikakan tumpukan2 pakaian keluarga itu demi
mencarikanku sesuap nasi.
Saat teman2 seumurku belajar ngaji dimesjid,Aku sll hadir dibarisn
plg depan mengintip dari balik jendela kaca yg tirainya sedikit
tersingkap.
Aku mendengar Pak ustadz bercerita ttg Palestina,sebuah
negeri yang dirahmati Allah. Negeri tempat berdirinya masjidil aqsha yg
sll dirindukn seluruh umat islam.Sayang sekali saat ini negeri Palestina
sedang dijajah oleh Yahudi,Aku tidaklh begitu mengerti apa dan siapa
yahudi,namun yang jelas Aku terhenyuh saat mendengar anak2 disana yang
sebaya maupun lebih kecil dariku mngorbankan masa anak2nya bhkan
nyawanya untuk ikut berperang yang ustadz sebut jihad. Mereka
bersenjatakan batu yang dilempar ke orang2 Yahudi.
Awalnya Aku berfikir bahwa Aku lebih beruntung dari mereka karena
walaupun untuk makan saja hidupku susah namun Aku merdeka. Trnyata
semakin jauh ustadz bercerita Aku semakin terpojokkan,paradigmaku
terbalik,trnyata mrka yang jauh lbh bruntung dariku.
Mreka hafal Alqur'an,mreka paham dan mengamalkanny,mrka
berpeluang syahid krn berjihad dengan ikhlas,sementara Aku? Bahkan
hingga saat ini Aku hanya mengintip2 jendela untk bisa belajar mengaji
dan Aku tlh berusaha namun hnya hafal 3juz saja.Jangankn syahid,bhkan
Aku sering mengumpat dgn kondisi tubuhku ini. Na'udzubillah..