Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Fungsi Hadist

oleh: Matnuh    
ª
 
  • Ada banyak ulama periwayat hadits, namun yang sering digunakan dalam fikih Islam ada tujuh yakni Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Tirmidzi, Imam Ahmad, Imam Nasa'i dan Imam Ibnu Majah.

    Ada beberapa buah kitab Hadis yang lebih diakui oleh umat Islam seluruh dunia. Enam kitab pertama di bawah ini dikenal sebagai enam kitab hadis utama:

    1. Kitab al-Jami 'as-Sahih - karya Imam Bukhari atau nama asli beliau adalah Muhammad bin ismail
    2. Kitab al-Jami 'as-Sahih - karya Imam Muslim atau nama aslinya adalah muslim bin al-Hajjaj al-nasaburi
    3. Kitab Sunan an-Nasai - karya Imam Nasa'i atau nama asli beliau adalah Abu abdul rahman bin shuib
    4. Kitab Sunan Abi Daud - karya Imam Imam Abu Daud atau nama asli beliau adalah Abu daud sulaiman
    5. Kitab Sunan at-Tirmidzi (al Jami 'as-Shahih) - karya Imam Tirmidzi atau nama asli beliau adalah Abu esa muhammad bin ishak Asalmi
    6. Kitab Sunan Ibnu Majah - karya Imam Ibnu Majah atau nama asli beliau adalah Abu abdullah muhammad bin yazid al-quzwini
    7. Kitab Musnad - karya Imam Ahmad
  • Jenis-jenis Hadis
    1. Hadis Mutawatir
    2. Hadis Sahih
    3. Hadis Hasan
    4. Hadis Dha'if
    5. Hadis Maudhuk
    6. Hadis Ahad
    Kedudukan hadist dalam IslamKedudukan hadits dalam Islam merupakan sesuatu yang tidak dapat diragukan karena ada penegasan yang banyak di dalam Al Quran tentang hadits - di dalam al Qur'an disebut sebagai al Sunnah - bahkan dalam banyak tempat hadits disebutkan sejalan dengan al Kitab atau al Quran.

    Di dalam al Quran juga disebutkan dengan ketaatan terhadap Rasulullah saw yang disebutkan bersama dengan ketaataan kepada Allah. Sebagaimana yang ditegaskan di dalam Al Quran di dalam firman Allah seperti "Dan taatilah Allah dan RasulNya, jika kamu adalah orang-orang yang beriman" (surat al Anfal: ayat 1)Maksudnya;

    "Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukminah, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain untuk urusan mereka" (Surah Al Ahzab: ayat 36)Maksudnya;

    "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka ambillah ia, dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah" (surah al Hasyr: ayat 7)

    Dengan penegasan al Qur'an di atas, jelaslah bahwa hadits tidak terpisahkan penggunaannya di dalam segala hal yang berkaitan dengan Islam sejalan dengan Al Quran.

    Beberapa penulis menyebutkan tentang 5 fungsi hadits yang utama - dalam beberapa buku cuma disebut 4 - yaitu;

    1. Penguat dan pendukung kepada hukum-hukum yang ada di dalam al Quran seperti dalam hal pengsyariatan shalat, puasa dan haji.
    2. Parser dan penafsir untuk ayat-ayat al Quran yang umum seperti memperjelas tentang cara pelaksanaan shalat, metode jual beli, menunaikan zakat dan haji dan sebagainya yang mana hal-hal tersebut hanya disebutkan secara umum oleh al Quran.Menjadi keterangan tasyri 'yaitu menentukan sesuatu hukum yang tidak di dalam al Quran seperti dalam hal memakan hewan yang ditangkap oleh hewan pemburu seperti anjing yang mana buruan tersebut ada efek dimakan oleh hewan pemburu tadi dan efek tersebut menunjukkan hewan pemburu tadi menangkap buruan untuk dirinya sendiri. di dalam al Quran hanya diizinkan memakan buruan yang ditangkap oleh hewan pemburu terlatih. Maka dalam hal ini, hadits menjelaskan bahwa buruan yang memiliki efek dimakan oleh hewan pemburu adalah haram dimakan.
    3. Menasakhkan hukum yang ada di dalam al Quran. Ahl al Ra'y berpandangan bahwa hadits yang dapat menasakhkan hukum al Quran itu harus terdiri dari kelas Mutawatir, Masyhur atau Mustafhîdh.
    4. Menjelaskan tentang ayat yang telah dinasakh dan ayat mana yang telah dimansukhkan.

    Dalam menentukan fungsi-fungsi hadits ini, para ulama bersepakat dalam menentukan fungsi pertama dan kedua tetapi mereka masih berselisih dalam menentukan fungsi ketiga, keempat dan kelima.

    Menurut ulama Hanafiyyah, hadits-hadits Mutawatir dan Masyhur bisa menasakhkan hukum al Quran sedangkan Imam Syafi'i sendiri menolak penasakhan itu.

    Di dalam bidang ibadah, hadits memainkan perannya dalam menguraikan maksud ayat-ayat al Quran tentang pengsyariatan sesuatu bentuk ibadah dengan lebih jelas. Selain itu, hadits ini menjelaskan lagi masalah-masalah yang berhubungan dengan pelaksanaan suatu ibadah apakah wajib, sunat, harus, makruh atau haram.

    Dalam bidang hukum islam, hadits menjelaskan hukuman-hukuman dan hukum yang ada di dalam al Quran seperti hukuman terhadap pezina. Hadits ini berbicara meliputi soal-soal yang berhubungan dengan keadilan sosial, ekonomi dan politik. Hadits ini menjelaskan tentang hal-hal tentang masalah-masalah tunggal dan kekeluargaan seperti soal nikah, cerai dan talak. Begitu juga kita tidak menemukan secara khusus tentang larangan al Quran terhadap korupsi dan persembunyian barang dagangan dan hal-hal ini dijelaskan di dalam hadits.

    Tentang ilmu pengetahuan pula, tidak sedikit ilmu yang bisa kita korek dari hadits bagaikan satu dasar yang tidak diketahui kedalamannya apakah ilmu sejarah - sejarah penciptaan alam dan bangsa-bangsa terdahulu -, ilmu nasab, ilmu sosiologi, bahasa, sastra, budaya dan banyak lagi . Selain itu, hadits ini mendorong manusia agar berusaha menuntut ilmu dan memperbaiki diri.

    Sedangkan dalam soal pembentukan akhlak pula, maka memang pengutusan Rasulullah saw itu sendiri adalah untuk membentuk akhlak yang mulia.
    Diterbitkan di: 01 Agustus, 2012   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    perbedaan fungsi hadist muttawatir, shohih dan dlaif Lihat semua
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .