Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Ilmu Agama>Ringkasan BAB SISTEM AKHLAK DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KEHIDUPAN

Ringkasan BAB SISTEM AKHLAK DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KEHIDUPAN

oleh: alebiel     Pengarang : Daud Muhammad Ali
ª
 
Kata ihsan berasal dari kata-kata ahsana-yuhsinu-ihsanun yang memiliki arti berbuat kebaikan. Perbuatan baik memiliki hubungan yang erat dengan akhlak, yaitu keadaan yang melekat pada jiwa manusia yang melahirkan perbuatan baik ataupun buruk. Secara etimologis, akhlak berasal dari kata akhlaq yang memiliki arti budi pekerti, perangai, atau tingkah laku. Selain itu akhlak juga dapat diartikan sebagai sikap yang dapat menghasilkan perbuatan baik ataupun buruk. Baik atau buruknya perbuatan ini ditentukan oleh nilai dan norma agama serta adat istiadat. Akhlak dalam agama Islam berbeda dengan moral dan etika. Dalam akhlak Islami, yang baik menurut akhlak adalah yang sesuai dengan nilai dan norma agama dan masyarakat, serta bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Yang menentukan baik atau tidaknya suatu akhlak adalah Al-Qur’an, karena itu, berbeda dengan moral dan etika, akhlak bersifat tetap dan berlaku untuk selamanya.

Akhlak Islam merupakan keadaan yang melekat pada jiwa manusia. Oleh karena itu, suatu perbuatan harus memenuhi syarat-syarat tertentu agar dapat disebut sebagai cerminan akhlak. Syarat-syarat tersebut yaitu perbuatan tersebut telah dilakukan berulang-ulang dan timbul dengan sendirinya. Jika suatu perbuatan dilakukan sekali saja ataupun jarang dilakukan, perbuatan tersebut tidak dapat disebut sebagai akhlak. Perbuatan yang dilakukan tanpa spontanitas, dipikir terlebih dahulu, ataupun karena terpaksa sehingga tidak timbul dengan sendirinya juga tidak dapat disebut sebagai akhlak.

Akhlak terbagi menjadi dua, yaitu akhlak terhadap Allah dan Akhlak terhadap makhluk. Akhlak terhadap Allah dijelaskan oleh ilmu tasawuf dan tarikat-tarikat. Dalam kehidupan, hal ini dapat diimplementasikan antara lain dengan: 1) berpegang pada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup; 2) melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya; 3) mengharapkan dan berusaha memperoleh rida Allah; 4) bersyukur atas nikmat Allah; 5) menerima kada dan kadar Ilahi dengan ikhlas; 6) memohon ampun hanya kepada Allah; 7) bertaubat hanya kepada Allah; 8) tawakkal kepada Allah.

Akhlak kepada makhluk dijelaskan oleh ilmu akhlak. Ilmu akhlak merupakan ilmu yang menentukan batas antara perbuatan baik dan tercela manusia secara lahir dan batin. Akhlak terhadap makhluk terbagi menjadi akhlak terhadap manusia dan bukan manusia. Akhlak terhadap manusia terbagi lagi menjadi akhlak terhadap diri sendiri dan akhlak terhadap orang lain. Akhlak terhadap diri sendiri antara lain diimplementasikan dalam memelihara kesucian diri, jujur, ikhlas, sabar, dan menjauhkan diri dari perbuatan yang sia-sia. Akhlak terhadap orang lain yaitu akhlak terhadap Rasulullah, orang tua, karib kerabat, tetangga, dan masyarakat. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan: 1) mencintai dan menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan; 2) berkomunikasi dengan orang tua dengan kata-kata yang lembut, berbuat baik, serta mendoakan keselamatan mereka di dunia dan akhirat; 3) membina kasih sayang dalam keluarga; 4) Saling membantu dan menghormati dengan tetangga; 5) memuliakan tamu, menghormati nilai dan norma yang berlaku dalam suatu masyarakat.

Sementara itu, akhlak terhadap bukan manusia dapat dibagi menjadi akhlak terhadap makhluk hidup bukan manusia dan akhlak terhadap makhluk mati. Hal ini dapat diimplementasikan dalam menjaga dan memanfaatkan flora dan fauna, serta sadar dan memelihara lingkungan hidup.

Diterbitkan di: 19 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.