… menetes dari jiwa
ulama yang tawadu, baris demi baris dalam edisi
lengkap karya Ibnu ‘Athaillah ini mampu membasahi pikiran dan
mengusap hati pembacanya—singkat dan bernas, sarat analogi, dan
penuh tips senam jiwa yang menyehatkan.
Inilah edisi lengkap karya Ibnu
Athaillah yang telah memberikan inspirasi kehidupan jutaan muslim di dunia dari
masa ke masa. Orang menyebutnya “buku yang tak kunjung tamat” karena
tak puas dibaca sekali dan terus saja menggugah pembacanya.
Nasihat-nasihatnya menyentuh dan menggamit kesadaran. Nutrisi ruhani
yang disuguhkannya tak hanya padat tapi juga sarat analogi sehingga
pembaca bisa segera terbangun dari ketidaksadaran tanpa dibayangi rasa
bosan.
Ada yang sangat khas dalam tasawuf Ibnu
‘Athaillah. Sementara banyak ulama menekankan arti penting mujahadah
sebagai kunci sukses mendaki jalan menuju Allah, Syekh Athaillah memberi
tekanan pada apa yang disebutnya Isqâth al-Tadbîr—berserah pada
pengaturan Allah. Ajaran isqâth al-tadbîr sebetulnya mengajarkan
kecerdasan emosional-spiritual. Pada praktiknya, ia setidaknya akan
membuahkan beberapa sikap hati: tidak risau akan sarana-sarana
penghidupan, tidak bergantung pada amal atau usaha, rida pada
kenyataan, dan punya optimisme hidup.
Dengan bersandar kepada Allah, dan
percaya bahwa Dia selalu memberikan yang terbaik, kita melipatgandakan
rasa optimis kita—terlepas dari betapa buruk hal-hal yang menimpa kita
di mata orang. Dengan tak pernah lalai bahwa Allah Maha Menolong dan
Mahakuasa, dengan tak pernah kehilangan rasa butuh kepada-Nya, kita
menjadi terbebas dari penjara keterbatasan, dan merasa lapang sekalipun
dikepung oleh berbagai ketidakmungkinan—serasa menjadi
pemenang dalam hidup selamanya.
Ibnu Athaillah al-Sakandari (w. 709
H/1350 M) dikenal sebagai sufi, muhadis, dan fakih. Ia juga tokoh
ketiga dalam tarekat al-Syâdziliyyah. Penguasaannya akan hadis dan
fikih membuat ajaran-ajaran spiritualnya memiliki landasan nash dan
akar syariat yang kuat. Menulis lebih dari dua puluh karya, namanya
demikian masyhur lewat karya termasyhurnya, Al-Hikam. ....