Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Ilmu Agama>Sungai Eufrat menyingkapkan emas pada hari akhir zaman

Sungai Eufrat menyingkapkan emas pada hari akhir zaman

oleh: aforlan     Pengarang : Republika
ª
 
Sungai Eufrat adalah sungai yang membentang dari Turki, Syria, hingga Iraq ini memiliki peranan yang sangat penting dalam penyediaan air bersih maupun penyediaan air minum. Negara-negara Timur Tengah yang kering menjadi subur dengan keberadaan Sungai Surga ini. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW."Seihan, Jeihan, Nil, dan Eufrat, semuanya adalah sungai-sungai surga."(HR Muslim).
Sungai Eufrat menjadikan peradaban masa lampau yang maju hingga terkenal dengan daerah bulan sabit yang subur.
Sungai Eufrat mengalir dari sumbernya danau Van di Turki hingga bermuara di Teluk Persia. Pembangunan Bendungan di Van membuat negara Syria khawatir dengan pasokan air dari Sungai Eufrat atau Furat dalam bahasa Arabnya.
Pada akhir zaman Sungai ini akan menyingkapkan gunung emas sehingga para manusia saling berebutan sesuai dengan hadist Rasulullah SAW "Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkapkan gunung emas sehingga manusia saling membunuh (berperang) untuk memdapatkannya. Maka terbunuhlah 99 dari 100 orang yang berperang dan setiap orang dari mereka berkata,'semoga akulah satu-satunya orang yang selamat"
Kita bisa lihat sekarang invasi AS di Iraq termotivasi karena minyak di Iraq. Konon katanya menurut penginderaan ada gunung emas dibawah sungai Eufrat.
Akankah terjadi kiamat dekat-dekat ini? Wallahu 'Allam. hanya Allah sajalah yang tahu.
Amerika Serikat yang mengalami kebangkrutan tentu akan sangat berharap dari tambahan modal. Jika gunung emas benar ditemukan maka AS akan mendapatkan uang yang begitu banyak. Tentu saja Amerika harus mengorbankan modal dan prajuritnya untuk menghadapi pejuang Iraq yang menginginkan kemerdekaan. Perlawanan masih tetap dilakukan oleh para pejuang Islam dengan cara bergerilya. Mereka menyerang pos-pos pasukan Amerika Serikat setiap saat.

Sumber : Republika (22/1/2012) hal B2
Diterbitkan di: 14 Maret, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.