Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Kota Tuhan

oleh: Kanadeva     Pengarang: Santo Agustinus dari Hippo; Albert Cook Outler (Penerjermah)
ª
Ringkasan ini diterjemahkan dari City of God
 
Kota Tuhan Agustinus mulai dia tulis pada umur 59 dan ia mengerjakannya selama lebih dari 14 tahun. Agustinus mempertontonkan kesarjanaan yang maha hebat, mengerjakan penulisan para filsuf dan sejarawan paling besar mengenai paganisme, untuk kasusnya, melawan klaim-klaim kagamaan. Hasilnya adalah karya besar penafsiran dan sastra teologis, historis, filosofis. Itu adalah suatu karya yang menuntut persyaratan, tak bisa dibaca tanpa pengetahuan sejarah khusus.

Disini, Agustinus merefleksikan secara mendalam mengenai tabiat manusia serta arti dari kehidupan abadi dan hukuman abadi dalam sebuah penjelasan mengenai "arti" sejarah. Dia menulis semua sejarah manusia sebagai narasi tunggal. Ini juga sebuah karya penafsiran Injil karena Agustinus memperlakukan kitab suci itu sebagai dokumen sejarah.

Yang mendorong dimulainya pekerjaan besar ini (dan fokusnya yang berulang) adalah harga paganisme (politeisme) yang agama Kristen bertanggung jawab atas pembusukan dan keruntuhan kekaisaran Romawi. Harga itu mengajukan klaim bahwa kesejahteraan dan stabilitas sosial negara tergantung pada ibadat politeisme. Dalam menanggapinya, Agustinus menjajarkan beberapa baris argumentasi, menyanggah negara "Ketuhanan" pagan yang diasumsikan seperti memerinci kegagalan-kegagalan logika dan etik/moral paganisme.

Buku ini berisi kesejajaran sejarah-sejarah dari apa yang Agustinus nyatakan sebagai Kota Tuhan dam Kota Manusia, keduanya keturunan Adam. Kota Tuhan didirikan di atas pembunuhan (khususnya pembunuhan saudara yakni Qabil dan Habil, Romulus dan Remus). Kota Manusia telah tertipu dan direndahkan derajatnya, jatuh dibawah kekuasaan dewa-dewa pagan, yang muncul baik dalam bentuk setan-setan atau paling banter ruh-ruh tak berbahaya yang tak bermutu yang beribadat secara salah. Di sisi lain, Kota Tuhan adalah seorang peziarah di atas bumi yang bekerja keras di sini dalam harapan yang menggembirakan akan penyelamatan akhir di Kerajaan Tuhan.
Jadi, ada dua kota, dua cinta, dua jalan untuk memahami pertnyaan-pertanyan besar mengenai keberadaan (eksistensi), dua tujuan.

Di antara banyak aliran sejarah dan filsafat, cerita-cerita umum Agustinus mengenai sejarah dan perkembangan ilsafat Italia dan Ionian, khususnya dalam Buku VIII, dianggap karya etis, teologi, fisika dan kosmografi.

Agustinus ingin menerangkan cara-cara Tuhan pada manusia tapi dia melakukan ini dengan rendah hati, mengungkapkan spekulasinya dalam keraguan. Kota Tuhan juga menunjukkan bahwa Agustinus tertarik pada kebaikan-kebaikan retorika dan filsafat Yunani dan Romawi serta dalam membersihkan elemen-elemen negatif wahyu Kristen selama ini.

Dia selalu bermaksud menghapus kemungkinan distorsi gnostis/Manichean pada teks-teks agama Kristen seperti nasehat Santo Paulus untuk tidak hidup "menurut daging" tapi "menurut roh". Jlas bahwa Agustinus tidak bermaksud menghina badan/raga tapi bahwa seseorang seharusnya menolak untuk hidup menurut cara-cara manusia dan setuju untuk hidup menurut kehendak Tuhan.

Bagi pembaca yang berminat serius pada teologi dan penafsiran kitab suci
Kristen, Agustinus tak perlu diperkenalkan. Akan adil untuk menggambarkannya sebagai suara manusia yang paling berpengaruh terhadap keyakinan umat Kristen.
Diterbitkan di: 06 Maret, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.