Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Ilmu Agama>Macam-macam NAJIS Dan Cara Mensucikannya

Macam-macam NAJIS Dan Cara Mensucikannya

oleh: dikca     Pengarang : Nikah vol 5
ª
 
Adapun benda-benda yang dinyatakan najis berdasarkan dalil yang ada sbb :

Air kencing dan tinja manusia

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah bersabda : "Apabila salah seorang diantara kalian menginjak kotoran, maka tanahlah yang menyucikannya (Riwayat Abu Dawud no. 385).
Yang dimaksud kotoran dalam hadits ini benda najis yaitu tinja.
Dalil najisnya air kencing manusia : Anas menyebutkan ada seorang Arab Badui kencing di masjid. Lalu
sebagian sahabat bangkit hendak mencegahnya. Lantas Rasulullah bersabda :
"Biarkan ia dan janganlah kalian menghardiknya."
Ketika ia selesai, Beliau meminta seember air lalu menuangkan diatasnya ( tempat yang dikencingi tsb).

Madzi dan wadi
Madzi cairan putih, encer dan lengket yang keluar ketika memikirkan syahwat (jima') dan bukan dengan syahwat, dan keluarnya tidak memancar serta tidak diiringi kelelahan. Bahkan terkadang keluarnya tidak terasa, bisa terjadi pada pria atau wanita. Wadi cairan putih pekat yang keluar setelah kencing

Kotoran hewan yang dagingnya tidak boleh dimakan

Kotoran ini meliputi air seni dan kotoran dari hewan itu. Kotoran keledai termasuk najis. Air seni dan kotoran hewan yang dagingnya boleh dimakan seperti unta, sapi, kambing, ayam dan semisalnya, suci. karena Nabi pernah memerintahkan para sababat untuk minum air seni unta (riwayat Al Bukhari beserta syarahnya Fathul Baari 1/335)
Dan dulu sebelum dibangun masjid, Rasulullah shalat di kandang kambing (riwayat Al Bukhari beserta
syarahnya fathul baari 1/341)

Darah haid

Air liur anjing, termasuk najis berat

Bangkai : yaitu hewan yang mati tanpa disembelih secara syar,i

Dikecualikan dari najis adalah :
1. Bangkai ikan dan belalang
2. Bangkai hewan yang tidak memiliki darah yang mengalir seprti lalat , semut,lebah
3. Tulang, tanduk, kuku, rambut dan bulu bangkai
4. bangkai manusia , dalilnya hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah , bahwa nabi bersabda
Sesungguhnya seorang mukmin itu tidak najis {Muttafaqun 'alaih}. Maksudnya seorang muslim itu tidak
najis baik ketika masih hidup atau sudah mati.

Darah, dan dimaafkan bila sedikit

Termasuk darah yang mengalir dari hewan ketika disembelih, kecuali darah yang tersisa pada daging dan urat karena ia adalah suci. Dalilnya adalah QS Al An 'am : 145

Semua binatang buas.

Harimau, macan, serigala, singa dan semisalnya adalah najis . Dan sebenarnya ini telah masuk dalam pembahasan kotoran hewan yang dagingnya haram dimakan.

Daging keledai

Anas bin Malik meriwayatkan hadits tentang kenajisan daging kedelai. Ia berkata ," Ketika hari perang khaibar, Rasulullah memerintahkan Abu Thalhah untuk menyeru :
"sesungguhnya Allah dan Rasulnya telah melarang kailan makan daging keledai karena hal itu najis (kotor)

Daging Hewan Al Jallaalah
Jallaalah adalah binatang yang memakan kotoran dan najis, Apabila binatang itu telah dikarantina (dikurung)
hingga hilang sebutan jallaalahnya, maka daging, dan susunya suci dan halal dimakan.
Riwayat ibnu Umar "rasulullah melarang memakan daging jallaalah dan meminum susunya."

Dalil yang menerangkan ketidaknajisan mani :
Dari Aisyah bahwa ia berkata pada laki-laki yang mencuci pakaiannya sewaktu terkena mani
"Sesungguhnya cukup bagimu bila engkau melihatnya untuk mencuci bagian yang terkena saja. Jika engkau tidak
melihatnya, engkau percikkan {air} di sekitarnya. Sungguh engkau telah melihatku mengerik (mani)
dari pakaiannya Rasulullah lalu beliau shalat menggunakan pakaian tersebut.
Namun meski pendapat yang dipilih adalah suci, dianjurkan mencucinya bila mani tersebut basah dan mengeriknya jika kering.

Cara menyucikan najis


1. Air kencing dan tinja manusia

Cuci atau memperbanyak air cucian sampai hilang najisnya. Dan jika terdapat bentuk dzatnya, hendaknya sebelumnya dihilangkan .
2. Air liur anjing

Dicuci sebanyak 7 kali, yang pertama menggunakan tanah atau debu.
3. Darah haid
Hilangkan dzatnya lalu digosok air dengan ujung-ujung jari, baru dicuci. Setelah itu boleh shalat menggunakan pakaian itu. Bila bekasnya masih ada tidaklah mengapa. Dalilnya :
Hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa khaulah binti Yasar berkata :
"Ya Rasulullah saya hanya memiliki satu pakaian, sedangkan ketika haid saya juga memakainya, bagaimana yang
mesti saya perbuat ? Beliau menjawab , Apabila engkau telah suci , maka cucilah tempat yang terkena darah itu kemudian silakan shalat menggunakannya. Ia kembali bertanya, bagaimana bila bekasnya tidak hilang ?
Engkau cukup menggunakan air , sedangkan bekasnya tidak memudharatkanmu."
4. Madzi dan wadi
Basahi dengan air satu cidukan telapak tangan ke tempat yang terkena madzi.
Dalilnya hadist dari Sahl bin Hanif bahwa ia pernah bertanya pada Rasululullah, tentang cara menyucikan
pakaiannya dari madzi. Hadist ini hasan
5. Ujung pakaian wanita
Jika ujung pakaian panjang wanita yang menempel tanah terkena najis, maka sucinya ujung pakaian
tersebuty dengan tanah yang iea terus berjalan dan lewat di atasnya.
6. Menyucikan pakaian bila kena air kencing bayi yang baru menyusui ASI
Bayi perempuan : menyucikannya dengan dicuci.
Bayi laki-laki : cukup dibasahi air pada tempat yang terkena najis tidak perlu dicuci.
7. . Menyucikan air yang kena najis
Air yang tadinya najis bisa menjadi suci bila benar hilang najisnya. Yaitu bila tak terasa lagi bekasnya baik warna,rasa juga bau. Dengan menambahkan air banyak hingga bilang bekas najisnya atau dibersihkan menggunakan alat pembersih moderen.
8. Menyucikan benda yang terkena najis namun tempatnya lupa.
Apabila seseorang mengetahui adanya najis pada suatu benda atau tempat tapi ia lupa atau tidak mengetahui
batasan tempat yang terkena najis tersebut, maka dalam kondisi demikian ia harus mencuci bagian yang ia
yakini akan hilang najisnya. Dan kasus ini ada beberapa bentuk

1. Apabila ia tahu bahwa lengan bajunya terkena najis tapi tidak tahu secara pasti tempatnya,
maka hendaknya ia mencuci seluruh lengan.
2. Jika sajadah terkena najis dan bisa diketahui pasti tempatnya, cuci bagian tersebut. Bila tidak yakin
cuci seluruhnya.


9. Menyucikan tanah yang terkena najis :
Jika najis itu berbentuk , misalnya tahi, maka disingkirkan dahulu, dituangkan air pada tempat tersebut hingga tak ada bekasnya. Atau boleh tanah yang kena najis itu diambil atau dipendam menggunakan tanah suci.
10. Cara menyucikan kulit bangkai
Kulit bangkai yang mati secara alami tidak disembelih secara syar'i adalah najis. Namun bisa disucikan
dengan disamak. Kulit hewan yang dagingnya boleh dimakan dan disembelih secara syar'i hukumnya suci.

Wallahu a'lam

Ringkasan terkait di Shvoong : NAJIS di Sekitar Kita

Diterbitkan di: 07 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    cara mensucikan badan,pakaian dan tempat yang terkena kotoran ayam Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.