Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Takdir

oleh: 3handoyo     Pengarang : 3handoyo
ª
 
Pengertian takdir atau definisi takdir hanya dapat difahami bila kita mampu memahami kebesaran Allah SWT pada derajat tertentu, Ketinggian ilmu-Nya, sifat Maha Tahu-Nya dsbnya. Pemahaman itu tidak dapat diungkap bahasa, karena tak terjangkau logika. Dalam bahasa lainnya, ia tidak dapat didefinisikan karena terkena efek MTWCS: More than word can say.

Seperti manis, asam, asin, itu adalah sebutan (nama) bukan pengertian (definisi) sama sekali, tapi kita dapat memahaminya hanya kerena ketika kita kecil, rasa-rasa itu diletakkan di lidah kita masing-masing dan kemudian orang tua kita mengatakan itu sebagai manis asam atau asin namanya. Kesepakatan pun tercapai..

Oleh karenya mencoba mendefinisikan takdir adalah sama dengan mencoba mendefinisikan rasa-rasa itu: Menyusun secara bahasa apakah manis asam atau asin itu? Seorang profesor sekalipun, tidak akan dapat menerangkannya, mereka hanya dapat memberi pengibaratan-pengibaratan tak akurat.dan debateble.

Maka, bila takdircoba kita raih secara logika, itu hanya akan menyeret kita pada faham jabariyah (fatalistik) dan qadariyah (free will). Itu sebabnya Islam melarang kita membicarakan takdir. Yang mana kedua faham itu adalah versi rancu dan reduksioniostik darimakna takdir yang sebenarnya.

Jadi "alami" dulu kebesaran Allah Swt, ketinggian ilmu-Nya, dsbnya dgn jalan spiritual yg syarii: Sabar, shalat, dzikir mengaji, dsbnya, kemudian insyaAllah kita akan mampu memahami takdir, walau tetap tak mampu mengucapkannya. Maka takdir akan berfungsi pada diri kita sebagaimana mestinya.

Adapun fungsitakdiradalah: http://id.shvoong.com/humanities/religion-st udies/2031188-fungsi-takdir/

Jawabanini mungkin tak memuaskan bagi si rasional. Tapi mengapa kita ngotot mengatakan betapa enaknya berenang, padahal kita belum pernah merasakan nikmatnya terbang?

Demikian pengertian takdir menurut penulis

Wallahu a'lam.
Diterbitkan di: 19 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.