Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Ilmu Agama>Larangan Mencela Orang Lain

Larangan Mencela Orang Lain

oleh: aforlan     Pengarang : Amin Rasmin
ª
 
Gendut Luh.. ! Mungkin kata tersebut meluncur dengan gampangnya dari seorang yang merasa dirinya sempurna atau merasa kurang PD dengan dirinya yang kurus. Sudah menjadi kebiasaan -yang tentu saja harus dihilangkan - mencela atawa menghina orang lain. Yang denger bisa tersinggung atau biasa saja. Kalau sudah tersinggung bisa saja dendam atau bisa saja akan terjadi perkelahian.

Dalam Surat Al Qur'an Al Hujurat:14
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk pangilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
Kalau sudah ada larangan tersebut, seharusnya orang mukmin tidak lagi menjalankan kebiasaan seperti itu. Memang kadangkala kita menjadi terpleset untuk menghina bisa jadi karena lingkungan kita yang tidak baik. Kalau sedang nongkrong, melihat orang "aneh", kita bisa menjadi meperolok-olok orang tersebut.
Sadarlah bahwa kita mungkin juga "aneh" di mata orang lain. Kita mempunyai perbedaa fisik yang beda satu sama lainnya.
Kita tentu juga akan marah kalau orang lain menghina kita untuk itulah kita juga jangan menghina orang lain. Jika orang yang merasa terhina tidak terima bisa jadi mereka akan menghina kembali hingga perkara hina menghina tersebut tidak berakhir.
Sebelum berkata harus dipikirkan terlebih dahulu apakah hal tersebut akan menyinggung orang lain. Jika menyinggung, sebaiknya tidak kita keluarkan.
Coba kita pikirkan sendiri jika kita berkata buruk dan menyunggung orang kita akan dosa kalau kita berkata baik kita berpahala. Akankah kita mau membuat mulut ini berbusa untuk kebaikan atau keburukan. Semua ini berpulang pada kita sendiri.
Diterbitkan di: 16 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.