Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Ilmu Agama>Druidry, Animisme Gaya Baru

Druidry, Animisme Gaya Baru

oleh: SilvianiSari     Pengarang : Mujib Rahman
ª
 
Druidry atau Druidrism adalah agama yang mengusung ide politeisme. Aliran yang banyak mengadopsi konsep ketuhanan Romawi Kuno ini mengenal pemujaan terhadap berbagai roh di alam semesta, seperti: matahari, bulan, bintang, pepohonan, hingga rerumputan. Mereka juga menyembah kekuatan alam, seperti: petir, gunung, dan sungai, karena menurut druids (penganut aliran druidry), alam raya dan Tuhan adalah satu. Dalam kepercayaan mereka, alam adalah suatu hal yang keramat karena merupakan manifestasi para dewa. Druidry secara simultan mengajarkan harmonisasi hubungan antara manusia dengan alam, dan menekankan kepedulian terhadap segala macam penciptaan dan lingkungan hidup. Oleh karena itu, agama ini dianggap pro-lingkungan.

Druidry tidak memiliki sistem dogma tertentu yang mengikat. Dengan begitu, setiap penganut druidry bisa memahami ajaran ini dengan bebas dan berbeda. Mungkin, hal ini disebabkan karena tidak adanya kitab suci yang dianut bersama. Tidak mengherankan jika Druidry oleh kebanyakan orang dinilai bukan sebagai agama, melainkan hanya semacam filosofi kehidupan yang bisa diikuti pemeluk agama lain, atau orang atheis sekalipun.

Sebenarnya, druidry bukanlah agama baru. Ia sudah ada di Inggris jauh sebelum agama Kristen berkembang di Eropa, namun karena terdesak di tengah himpitan agama-agama besar dan iklim hedonisme yang kuat, agama druidry baru dikenal sekarang. Eksistensi agama druidry ini dimulai setelah Komisi Sosial Inggris pada 2010 akhirnya mengakui druidry sebagai agama resmi di Inggris. Pengakuan tersebut merupakan buah manis atas kerja keras para penganut aliran druidry selama lima tahun. Selama itu, mereka menempuh jalur litigasi agar kepercayaan mereka diakui sebagai agama resmi oleh pemerintah Inggris.

Status baru bagi kepercayaan druidry merupakan suatu keuntungan, seperti jaminan keamanan beribadah hingga pembebasan beberapa jenis pajak. Walaupun sudah mendapat pengakuan sebagai agama resmi di Inggris, penganut aliran druidry masih berusaha sampai detik ini untuk mendapat tempat yang sederajat dengan agama besar lainnya: Kristen, Katolik, dan agama lain.

Pada saat ini, Druidry semakin gencar mencari pengikut, di antaranya dengan melakukan kampanye lingkungan hidup. Kebetulan, pada dekade ini, ketika kampanye ekologi kian gencar, Druidry menemukan momentum untuk bangkit. Agama ini konon juga mendapat tempat di negara-negara Eropa yang berkebudayaan Celtic. Di Amerika Serikat, menurut catatan American Religious Identification Survey, jumlah penganut aliran ini mencapai 30.000 orang, yang dipelopori Reformed Druids of North America.
Diterbitkan di: 07 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.