Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Ilmu Agama>Syarat-syarat DITERIMANYA DOA

Syarat-syarat DITERIMANYA DOA

oleh: encik     Pengarang : Tengku M.Hasan
ª
 
Kenapa dikatakan penting ? Ya, karena apa gunanya kita berdoa, kalau doa kita itu tidak akan pernah diterima Allah!

Rupanya, untuk diterimanya doa kita oleh Allah, ada beberapa syarat yang mesti kita penuhi. Syarat-syarat tersebut yang terpenting adalah :

1. Mengetahui arti dan maksud dengan doa kita.
Doa yang kita panjatkan ke hadirat Allah itu, haruslah yang kita mengerti arti dan maksudnya. Ya, membaca doa dengan tidak mengetahui arti dan maksudnya samalah artinya dengan tidak berdoa, sehingga kalau berdoa, semestinya kita berdoa dengan bacaan atau bahasa yang dimengerti arti dan maksudnya.

2. Dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Kalau sudah bersungguh-sungguh dengan sebenar-benarnya kesungguhan itu barulah Allah akan membukakan jalanNya (melimpahkan rahmatNya) bagi kita atau dikabulkanNya doa kita.

3. Memenuhi sebab-sebab untuk berhasilnya doa atau yang kita hajatkan.
Umpama, kita berdoa agar dijadikan orang pandai. Untuk menjadi orang pandai itu ada sebab-sebabnya. Tidaklah mungkin kita menjadi orang pandai dengan sendirinya. Kemudian kita cari sebab-sebabnya itu. Kita temukan. Sebab-sebab untuk menjadi orang pandai itu yang terpenting adalah:
a. Belajar yang rajin.
b. Belajar dengan disiplin.
c. Belajar dengan berencana.
d. dsb.

Kemudian kita laksanakan sebab-sebab itu dengan sungguh-sungguh, maka akan berhasillah kita (terkabul doa kita).
Namun kalau sebab-sebabnya itu tidak kita laksanakan, mustahillah doa kita akan terkabul. Ini berarti kita melanggar ketentuan-ketentuan Allah. Orang yang melanggar ketentuan-ketentuan Allah tidak akan dikabulkanNya doanya.

Hendaklah kita berdoa sambil berusaha, selama jalan usaha itu masih terbentang di hadapan kita dan dapat kita lalui. Namun, apabila kita telah lemah dan tidak sanggub lagi mengusahakan sebab dan 'illat untuk berhasilnya, barulah kita berdoa semata-mata dan menyerahkan diri kepada kekuasaan Allah.

Karena itu kalau berdoa menghajatkan sesuatu, carilah sebab-sebabnya juga dan kemudian usahakan sebab-sebab itu dengan sungguh-sungguh.

4. Dilakukan dengan khusuk dan berharap betul terkabulnya.
Khusuk artinya melakukan sesuatu dengan perasaan, sikap dan tingkah laku yang merendahkan sesuatu dengan perasaan, sikap dan tingkah laku yang merendahkan diri dan tunduk.

5. Bertaqwa kepada Allah.
Doa yang akan diterima Allah itu hanyalah doa orang-orang yang bertakwa. Takwa artinya melaksanakan semua perintah Allah dan menghentikan semua laranganNya.

Sedangkan doa orang-orang yang durhaka (tidak melaksanakan perintah Allah dan mengerjakan laranganNya) tidak akan diterima oleh Allah.

6. Menjauhkan diri dari segala macam yang dilarang Allah.
Allah telah memperingatkan, janganlah kita membatalkan sendiri amal (doa) kita. Amal (doa) kita itu menjadi batal (tidak diterima Allah) karena mengerjakan apa yang dilarang oleh Allah.

Menyebut-nyebut shadaqah dan menyakit orang yang diberi shadaqah itu adalah larangan Allah.

Meminum-minuman yang memabukkan adalah larangan Allah. Begitupun dengan perkataan dusta adalahlarangan Allah. Syirik adalah larangan Allah, yang juga menyebabkan hapusnya amal.

7. Dilakukan dengan ikhlas
Ikhlas, artinya amal (doa) dilakukan semata-mata kepada Allah dan karena Allah. Allah memerintahkan agar semua ibadah (termasuk doa) dilaksanakan dengan ikhlas.

Dalam berdoa kita tidak dibolehkan memakai wasilah. Yakni memakai "perantaraan". Doa kita harus langsung ditujukan dan dihadapkan kepada Allah sendirinya.

Sehingga, hendaklah kita jauhkan dari susunan kata-kata doa, perkataan-perkataan seperti: Dengan berkah kramat si Anu..., ...., dengan berkah si Anu yang terkubur di kuburan ini, ... dsb.

8. Tidak meminta yang mustahi, yang jelek dan tentang dosa atau memutus persahabatan dan tidak meminta cepat dikabulkan.

Hal-hal yang mustahil terjadinya, sudah barang tentu tidak boleh kita minta, karena akal tidak menerima akan terwujudnya..
Diterbitkan di: 19 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.