Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Ilmu Agama>Sumber - sumber Ajaran Agama Islam

Sumber - sumber Ajaran Agama Islam

oleh: bangkit11    
ª
 
Agama Islam adalah salah satu agama terbesar didunia ini merupakan suatu fenomenal tersendiri dibanding agama yang lain. Agama ini lahir di Timur Tengah dengan perkembangan yang sangat pesat hanya dalam kurun tidak lebih dari 50 tahun sudah menyebar keseluruh dunia. Ada 3 sumber ajaran yang membuat agama Islam menjadi seperti sekarang yaitu Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Ijtihad.


Al-Qur’an merupakan sumber ajaran agama tertinggi karena ini adalah Firman Tuhan yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an sendiri dikatakan sebagai mukjizat dikarenakan begitu banyak kelebihan-kelebihannya dibanding kitab laen. Diantara mukjizat Al-Qur’an adalah kitab ini satu-satunya yang masih orisinil sampai sekarang bahkan akhir zaman, dari segi susunan bahasa, keindahan bahasa, makna yang terkandung didalamnya tidak ada yang bisa menandinginya walaupun seluruh ahli sastra dunia bergabung, dll. Al-Qur’an mengajarkan seluruh sendi kehidupan manusia jadi umat Islam dituntut untuk hidup berperilaku layaknya apa yang dikandung dalam Al-Qur’an.

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap tujuannya agar lebih mudah mempelajari dan mengamalkannya, isi kandunganya pun disesuaikan dengan keadaan pada saat itu sehingga diharapkan umat benar-benar mengerti, memahami dan menghayati Al-Qur’an tersebut. Ada bermacam cara Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yaitu dengan mengutus malaikat Jibril membacakan wahyu kepada Nabi, wahyu masuk langsung ke hati Nabi, wahyu diserap oleh indera Nabi tanpa melihat pemberi wahyu. Rahasia dibalik masih murninya Al-Qur’an ini tidak lain adalah umat Islam sangat dianjurkan menghafalkanya sehingga dengan begitu banyaknya umat yang hafal Al-Qur’an maka akan terjaga dari revisi-revisi karena hilangnya kitab Al-Qur’an, lagipula Allah SWT juga telah berjanji menjaganya dibuktikan dengan firman Allah berikut:

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”(QS. 15:9)

Sumber ajaran agama Islam yang kedua adalah As-Sunnah. Sunnah atau sunnah Nabi adalah segala perkataan, perbuatan, dan tingkah laku Nabi Muhammad SAW. Mengapa Sunnah Nabi menjadi sumber hukum kedua? Karena Nabi sering disebut Al-Qur’an berjalan. Segala perkataan dan perbuatannya mencerminkan ajaran Al-Qur’an, kedudukan Sunnah Nabi terhadap Al-Qur’an sebagai penerjemah, yang menjabarkan isi Al-Qur’an agar lebih dimengerti dan dipahami. Perlu diketahui bahwa isi Al-Qur’an banyak yang bersifat umum dan mengandung arti tersembunyi jika tidak ada Sunnah yang menjabarkannya secara detail maka umat akan bingung bahkan salah tafsir dalam mempelajarinya.

Dalam mengukur suatu keabsahan hadits(As-Sunnah) para ahli telah menciptakan suatu cabang ilmu tersendiri yang dikenal dengan “musthalah hadits”. Untuk menguji kebenaran dan validitas suatu hadits para muhadditsin (ahli hadits) menyeleksinya dengan memperhatikan jumlah dan kualitas jaringan periwayat hadits tersebut yang disebut dengan sanaad. Ada bermacam hadits yang dapat dibedakan dari berbagai macam segi: 1. Ditinjau dari bentuk ada Fi’li(perbuatan Nabi), Qauli(perkataan Nabi), Taqriri(persetujuan atau izin Nabi), 2. Ditinjau dari jumlah orang yang menyampaikan ada Mutawatir(diriwayatkan banyak orang), Masyhur(diriwayatkan banyak orang tapi tidak sebanyak derajat mutawatir), Ahad(diriwayatkan satu orang), 3. Ditinjau dari kualitas ada Shahih(hadits sah, terpercaya), Hasan(hadits yang baik tingkatan dibawah shahih), Dha’if(Hadits yang lemah), Maudhu’(hadits yang palsu).

Sumber ajaran yang ketiga adalah ijtihad. Ijtihad adalah suatu usaha sungguh-sungguh untuk memutuskan hukum suatu masalah yang belum atau tidak ada dasar hukumnya dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Tujuannya agar ditentukan hukumnya atas masalah tersebut dan sejenisnya sesuai dengan prisnsip dan jiwa Al-Qur’an maupun As-Sunnah yang merupakan sumber hukum ajaran Islam. Ijtihad ini dilakukan setelah Nabi Muhammad SAW wafat karena jika ada masalah baru tidak ada yang bisa dijadikan rujukan. Ijtihad dilakukan orang yang mengerti agama biasa disebut ulama dan lebih baik jika dilakukan banyak ulama dengan cara musyawarah mufakat. Di Indonesia sendiri sudah ada badan hukum tetap yang menangani hal ini yaitu MUI.

Dengan berbagai sumber hukum ini diharapkan umat Islam tidak bingung dalam menjalani kehidupan sesuai dengan syariat Islam karena segala sendi-sendi kehidupan beserta permasalahannya sudah diatur dalam Islam dan penyelesainnya.

Diterbitkan di: 17 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.