Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Ilmu Agama>Hudzaifah bin Al Yaman : Intelejen Rasullullah Shallallahu alaihi wass

Hudzaifah bin Al Yaman : Intelejen Rasullullah Shallallahu alaihi wass

oleh: aforlan     Pengarang : Yunahar Ilyas
ª
 
Dalam peperangan, data-data musuh sangat penting bagi pihak yang berperang. Komandan harus mengetahui beberapa kekuatan musuh yang akan bertempur agar dapat mengantisipasi lawan. Salah satu doktrin yang paling terkenal dari ahli militer China Kuno Tsun Zhu adalah "Jika kau mengenal musuhmu, kau akan memenangkan 1000 pertempuran".
Setiap peperangan membutuhkan intelejen. Pada masa kenabian, Rasulullah sendiri mempunyai seorang intelejen yang bernama Hudzaifah Al Yaman. Ia adalah orang yang sangat dipercaya Rasulullah sampai-sampai mendapat julukan sebagai Sang Penjaga Rahasia.
Ia mempunyai tugas untuk mengawasi kaum munafiqin yang ada di Madinah. Kaum Munafiqin memang sangat berbahaya sekali. Karena hasutan mereka, 300 orang mengundurkan diri dari perang Uhud. Mereka juga menyebar fitnah terhadap kemuliaan istri Rasulullah Aisyah radhiallahu anhu dan banyak lagi.
Rasulullah memberikan daftar orang munafiqin kepadanya dan ia bertugas mengawasi manuver-manuver orang munafiqin. Ia tetap memegang daftar itu dan menyimpannya rapat-rapa. Takala Umar menjabat Khalifah, Umar menanyakan tentang orang Munafik dalam pemerintahannya. Hudzaifah menjawab ada satu dan tidak menyebutkannya karena ia berpendapat bahwa rahasia itu hanya untuk Rasulullah.
Hudzaifah sudah masuk Islam sebelum bertemu dengan Nabi. Ia selalu mengikuti Nabi dalam hampir setiap peperangan kecuali Perang Badar.
Pada Saat perang khandaq, Ia mendapat tugas dari Rasullulah untuk mengintai kekuatan lawan. Tugas ini cukup berat mengingat Hudzaifah harus menyeberang ke pertahanan lawan yang sangat berbahaya. Ia masuk ke jantung pertahanan musuh untuk menghimpun data intelejen. Rasulullah berpesan untuk tidak melakukan tindakan yang mencurigakan. Hudzaifah memang orang yang sangat teguh terhadap perintah Rasulullah dan tidak bertindak melebihi apa yang diperintahkan Rasulullah meski ia sebenarnya bisa saja membunuh Abu Sufyan pada saat itu.
Diterbitkan di: 09 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.