Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Ilmu Agama>Penaklukan Konstatinopel Oleh Sultan Muhammad II

Penaklukan Konstatinopel Oleh Sultan Muhammad II

oleh: aforlan     Pengarang : Abu Fatah Grania
ª
 
Usaha untuk menaklukkan Konstantinopel sudah dilakukan sejak lama oleh Ummat Islam. Konstatinopel adalah ibukota Romawi Timur yang telah menentang penyebaran da'wah Islam di jazirah Arab. Usaha pertama penaklukan Konstatinopel dilakukan oleh Muawiyyah namun belum berhasil.
Usaha selanjutnya dilakukan oleh Sultan-sultan Turki dan Kekhalifaan Abbasiyah. Harun Al Rasyid hampir saja memenangkan penaklukan Konstatinopel namun karena Kaisar Konstatin setuju untuk memberikan jizyah untuk Khalifah.
Lalu muncullah Sultan Muhammad II Al Fatih atau yang dikenal juga sebagai sang penakluk (The Conquer). Sultan yang mendapat pendidikan Islam yang kental dan pendidikan militer yang terbaik. Semenjak kecil ia sudah mendedikasikan diri untuk mewujudkan apa yang menjadi janji nabi yakni penaklukan Konstatinopel. Penaklukan Konstatinopel yang digambarkan sebagai Istana Merah dan Penaklukan Kekaisaran Persia yang digambarkan sebagai Istana Putih. Khalifah Umar bin Khatab telah menaklukkan Istana Putih dengan Panglima Saad bin Abi Waqas. Kini Istana Merah masih berdiri megah di Byzantine.
Sultan Muhammad II mengadakan persiapan yang sangat matang untuk menaklukan Konstatin. Ia mengumpulkan setidaknya 140.000 prajurit dalam mewujudkan impiannya sejak kecil.
Ia juga memesan meriam raksasa yang dikenal dengan nama Great Turkish Bombard atau Meriam besar Turki. Meriam ini adalah buatan seorang Hungaria Kristen bernama Orhan. Meriam ini bisa melemparkan batu bola seberat 1,5 ton dan diangkat oleh empat puluh ekor sapi.
Selain itu Al Fatih juga menjalankan kapal-kapal laut sejauh 3 km untuk menghindari rantai besi pasukan Byzantine. Pasukan musuh tercegang dengan apa yang dilakukan oleh pasukan Turki. Mereka tidak menyangka akan mendapat serangan dari arah yang tak terduga. Akhirnya konstatinopel dapat ditaklukkan dan berakhirlah kerajaan Romawi Timur.
Diterbitkan di: 23 Nopember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.