Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Ilmu Agama>Etos Kerja Menurut Pandangan Islam

Etos Kerja Menurut Pandangan Islam

oleh: RindaSeptiana    
ª
 

Perjuangan dan pengabdian yang ikhlas terhadap kerja dan lingkungan kerja akan senantiasa tumbuh terhadap setiap orang apabila kita mampu menjaga pertumbuhan dan perkembangan nilai-nilai religius yang direlevansikan secara adaptif terhadap ethos kerja.

Etos kerja dalam arti luas menyangkut akan akhlak dalam pekerjaan, loyalitas dan dedikasi dalam bekerja.Untuk bisa menimbang bagaimana akhlak seseorang dalam bekerja sangat tergantung dari cara melihat arti kerja dalam kehidupan.


Idealnya, semakin tinggi iman itu maka semangat kerjanya juga tidak rendah. Ungkapan iman sendiri berkaitan tidak hanya dengan hal-hal spiritual tetapi juga program aksi. Artinya, setiap pekerjaan yang kita lakukan, dilaksanakan dengan sadar dalam rangka beribadah dan pencapaian Ridha Allah. Ia akan mengoptimalkan seluruh kapasitas dan kemampuan inderawi yang berada pada dirinya dalam rangka mengaktualisasikan tujuan kehidupannya. Ini bisa berarti bahwa dalam bekerja ia akan sungguh-sungguh karena bagi dirinya bekerja tak lain adalah ibadah, pengabdian kepada Yang Maha Suci.


Berbagai trend telah memperlihatkan bahwa bentuk pekerjaan mendatang tak hanya mengandalkan fisik tetapi juga otak. Al Qur’an dalam berbagai ayat sudah mengajak manusia untuk berpikir, membandingkan dan menggunakan akal dalam menghayati kehidupan dan mengarungi samudera kehidupan.


Firman Allah SWT:


Dialah Yang menjadikan bumi ini mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.(QS. al-Mulk:5)


Allah telah menjamin rezeki dalam kehidupan seseorang, namun tidak akan diperoleh kecuali dengan bekerja atau berusaha. Hal ini menunjukkan bahwa Islam menghendaki adanya etos kerja yang tinggi bagi umatnya dalam memenuhi keinginannya, bukan semata-mata hanya dengan berdoa. Islam juga mengajarkan bahwa apabila peluang kerja atau berusaha di tempat tinggal asal (kampung halaman) tertutup, maka orang-orang yang mengalami hal tersebut dianjurkan merantau (hijrah) untuk memperbaiki kondisi kehidupannya karena bumi Allah luas dan rezeki-Nya tidak terbatas di suatu tempat

Firman Allah SWT:


"Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak" (QS. an-Nisa:100)


Ajaran Islam, sangat memotivasi seseorang untuk bekerja atau berusaha, dan menentang keras untuk meminta-minta (mengemis) kepada orang lain. Islam tidak membolehkan kaum penganggur dan pemalas menerima shadaqah, tetapi orang tersebut harus didorong agar mau bekerja dan mencari rezeki yang halal. Islam menuntun setiap orang untuk mendayagunakan semua potensi dan mengarahkan segala dayanya, betapa pun kecilnya. Islam melarang seseorang mengemis sedangkan ia mempunyai sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang kerja yang akan mencukupi kebutuhannya



Jadi kesimpulanya, Seruan akan etos kerja dalam Islam sebenarnya sudah banyak diungkapkan brebagai ayat Al Quran atau diuraikan hadis. Kini saatnya menyadari makna al ihsan itu sehingga dari kesadaran yang berdasarkan pengetahuan itu akan lahir sebuah budaya yang melihat pekerjaan sebagai manifestasi pengabdian kepada Allah SWT. Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menyerukan persaingan dalam kualitas amal solih, sebagai seorang muslim dan muslimah sejati marilah kita tingkatkan etos kerja sambil meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita sehingga kita mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.


Bekerja bukan hanya mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga kemampuan otak atau kecerdasan intelejensi (IQ), sedangkan kecerdasan intelejensi hendaknya diimbangi dengan Kecerdasan Spiritual (SQ), sehingga kita menjadi insan yang berguna di dunia dan selamat di akhirat. Dan semua pekerjaan yang kita lakukan mengandung nilai peribadatan. Amin

Diterbitkan di: 10 Nopember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana cara meningkatkan etos kerja dalam diri kita? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. rahmat

    cara saling berbagi

    gmn cara agar kita saling memberikan nasehat satu sama lain dan memberikan ilmu kita kepada yang membutuhkan nya

    0 Nilai 15 Oktober 2012
X

.