Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Ilmu Agama>Hukum Mencukur Rambut Saat Prosesi Aqiqah

Hukum Mencukur Rambut Saat Prosesi Aqiqah

oleh: EllaLaurenthy1     Pengarang : Yayasan Sosial ''NURUL HAYAT''
ª
 
MENCUKUR RAMBUT SAAT PROSESI AQIQAH
Sebagaimana Walimatul Ursi dan Walimatul Khitan pada umumnya, pesta Aqiqah juga dilakukan dengan mengundang sanak keluarga, para family, dan tetangga. Tentunya semua proses aqiqah harus Islami, sesuai dengan sunnah Rosul. Mulai dari tempat duduk, cara berpakaian, maupun tata cara makan semuanya harus sesuai tuntunan agama Islam. Namun ada satu hal yang jangan sampai terlupakan yaitu ceragah agama . Materinya bisa tentang pendidikan anak, kewajiban anak terhadap orang tua, dan sebagainya. Tapi lebih utama ceramah tentang Aqiqah dan manfaatnya, karena tidak semua orang tua sadar akan pentingnya Aqiqah walau orang tersebut termasuk orang yang mampu.

Secara berurutan prosesi aqiqah itu meliputi:

1. Mencukur rambut
2. Menamai Anak
3. Menyembelih kambing
4. Makan bersama

Adapun yang saya bahas sekarang adalah tentang “mencukur rambut” saat aqiqah. Mencukur rambut, diawali dengan membaca Basmalah dan arah mencukur rambut dari sebelah kanan ke kiri. Rambut harus dicukur bersih, tidak boleh belang-belang. Seperti sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra. bahwa: “Nabi Muhammad Saw. Melihat seorang bayi laki-laki yang dicukur sebagian kepalanyadan ditinggalkan yang lainnya. Maka beliau melarang mereka melakukan hal itu dan bersabda: “cukurlah olehmu dan tinggalkan seluruhnya.”Hal ini karena Rosulullah Saw. Menginginkan seorang muslim bisa tampil ditengah-tengah masyarakat dengan penampilan yang layak. Sedangkan mencukur sebagian rambut dan membiarkan bagian yang lain tumbuh bertentangan dengan kehormatan dan keindahan penampilan seorang muslim.
Rambut hasil cukuran kemudian ditimbang dan berat hasil cukuran yang sudah ditimbang, beratnya dijadikan sebagai dasar untuk bersedekah berupa emas atau perak. Nilai tukar emas dan perak tersebut bisa diwujudkan berupa uang sesuai dengan harga emas dan perak dipasaran. Kemudian disedekahkan kepada fakir miskin atau anak yatim. Selesai ditimbang rambut tersebut ditanam dalam tanah.

Adapun dalil yang menjadi dasar praktik tersebut adalah:
a. Imam Malik meriwayatkan hadist dari Ja’far bin Muhammad dari ayahnya. Ia berkata: “Fatimah ra. Menimbang rambut Hasan, Husain, Zainab, dan Ummu Kultsum, lalu berat timbangan rambut tersebut diganti dengan perak dan disedekahkan.”
b. Ibnu Ishaq meriwayatkan hadist dari Abdullah bin Abu Bakar, dari Muhammad bin Ali bin Husain ra., ia berkata: “Rosulullah melaksanakan aqiqah berupa seekor kambing untuk Hasan. Beliau bersabda “Fatimah cukurlah rambutnya”. Fatimah kemudian menimbangnya dan timbangannya mencapai ukuran perak seharga satu dirham atau setengan dirham”.
Diterbitkan di: 01 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bolehkah hasil cukuran yang sudah di timbang di sedekahkan ke masjid/ke pembangunan masjid Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah ada dalil yang kot'i tenteng aqiqah anak laki-laki harus dua ekor kambing? trmksh ats pnrangannya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa hukumnya Bila rambut bayi dicukur sebelah kiri kepala, sdgkn sisi kanan dibiarkan? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.