Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Macam-Macam Air

oleh: AlghafuryIrul     Pengarang : Amirul M
ª
 

Macam-Macam Air

1) Air suci dan mensucikan (disebut juga dengan air mutlak)

Air yang dimaksud suci dan mensucikan adalah air yang turun dari langit dan bersumber dari bumi, sesuai dengan ciptaannya (artinya bau, rasa dan warnanya belum berubah). Air ini dapat digunakan untuk menghilangkan najis, berwudlu' dan mandi. Hal ini berdasarkan firman Allah dan sabda Nabi SAW :

وانزلنا من السماء ماء طهورا

هو الطهور ماءه الحل ميتته

a. Perubahan yang tidak berpengaruh dalam bersesuci

Dalam hal ini, air yang sifat-sifatnya berubah karena terlalu lama menggenang masih dapat digunakan untuk bersuci. Tetapi kalau perubahan sifat tersebut disebabkan oleh benda yang lain, maka tidak boleh digunakan.


KESIMPULAN

Air berubah yang tidak mudlarat digunakan adalah :

Ketika disandarkan pada tempatnya dan tempat mengalirnya.

Tidak mungkin untuk menjaganya, seperti air yang ditumbuhi lumut.

Sesuatu yang sifatnya sama dengan air (suci mensucikan) seperti : debu yang dapat merubah pada air itu.

Sesuatu yang merubah air dengan mujawarah (seperti minyak), (tetapi kalau mukhalith tetap tidak mensucikan).

b. Air suci yang makruh tanzih digunakan (menurut Imam Abu Hanifah) adalah air sedikit yang diminum hayawan (seperti kucing). Kenapa air ini hanya dimakruhkan ? kenapa tidak diharamkan ? hal ini merupakan suatu kemudahan bagi manusia (karena kucing dan manusia mudah berinteraksi). Rasul SAW bersabda :

انها ليست بنجَس، انها من الطوافين عليكم والطوافا ت (رواه الخمسة)

* Menurut imam Syafi'i, mulut kucing tidak najis.


2) Air suci tetapi tidak mensucikan

Menurut imam Abu Hanifah, air ini hanya bisa menghilangkan kotoran (najis pakaian dan badan). Tidak dapat menghilangkan hadats, dan tidak sah untuk berwudlu' dan mandi wajib. Air ini dibagi menjadi tiga macam :


a). Air yang bercampur dengan barang suci yang merubah terhadap salah satu sifatnya (warna, rasa, dan bau), dan menghilangkan kesuciannya.

b). Air musta'mal yang sedikit (kurang dari dua kullah) dan menetes dari anggota yang disucikan (bukan semua air).


Menurut Ulama Hanafiyah

Air yang telah digunakan untuk menghilangkan hadats kecil atau hadats besar (seperti wudlu' dan mandi wajib).

Menurut Ulama Malikiyah

Air yang telah digunakan untuk menghilangkan hadats kecil atau hadats besar dan menghilangkan kotoran yang lain (seperti memandikan mayyit dan wudlu', mandi untuk shalat Jum'at dan shalat idul fitri dan idul adha).

Menurut Ulama Syafi'iyah

Air sedikit yang digunakan menghilangkan bersesuci yang wajib (seperti basuhan pertama dari air yang digunakan untuk menghilangkan hadats).

c). Air yang berasal dari bunga dan buah-buahan (seperti air mawar dan air buah-buahan yang lain).


3) Air mutanajjis (terkena najis)

Adalah air yang terkena najis yang tidak di ma'fu, dan air ini ada dua macam, yaitu :

Air suci yang sedikit, dijatuhi najis dan tidak berubah salah satu sifatnya. Dalam hal ini, Ulama Syafi'iyah, Hanabilah dan Malikiyah sepakat bahwa air macam ini najis. Tetapi Ulama Syafi'iyah masih menyaratkan ketika air sedikit yang terkena najis yang di ma'fu (seperti bangkai serangga dan lalat).

Air suci yang dijatuhi najis dan merubah salah satu sifatnya. Para Ulama sepakat bahwa air macam ini dihukumi najis.


AIR BANYAK DAN SEDIKIT


Para Ahli fiqh berbeda pendapat tentang batasan air banyak dan sedikit.

Tentang air banyak

1. Menurut imam Abu Hanifah adalah air yang sekiranya digerakkan ….

2. Menurut Ulama Malikiyah, air banyak adalah air yang tidak terbatas banyaknya (sekiranya dijatuhi nanis, maka tidak akan berubah salah satu sifatnya).

3. Menurut Ulama Syafi'iyah dan Hanabilah, adalah air yang sampai dua qullah atau lebih.


Tentang air sedikit

1. Menurut Ulama Hanafiyah adalah air yang kurang……..

2. Menurut Ulama Malikiyah adalah air yang…..

3. Menurut Ulama Hanabilah adalah air yang……….

4. Menurut Ulama Syafi'iyah adalah air yang………..



HUKUM-HUKUM AIR

Jika air banyak dijatuhi najis yang keras (atau najis yang encer) dan tidak merubah pada salah satu sifatnya, maka air itu suci mensucikan.

Jika air banyak dijatuhi najis yang keras (atau najis yang encer) tetapi merubah pada salah satu sifatnya, maka air itu najis (walaupun perubahan tersebut hanya sedikit).

Jika air sedikit (kurang dari dua qullah) terkena najis, baik najis itu merubah atau tidak, maka air itu termasuk air yang najis.

Diterbitkan di: 07 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    hukum air yang tergenang trus digunakan buat mandi janabah gimana ya? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    macam macam air suci yg mensucikan Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.