Tarbiyah
Istilah tarbiyah itu seedikitnya bisa memilki arti tujuh macam, yaitu: (1) education (pendidikan), (2) upbringing (asuhan), (3) teaching (pengajaran), (4) instruction (perintah), (5) pedagogy (pendidikan), (6) breeding (pemeliharaan), dan (7) raising ( peningkatan). Istilah tarbiyah itu sendiri berasal dari akar kata raba- yarbu yang berarti “tumbuh” dan “berkembang” . Semua arti itu sejalan denga lafal yang digunakan oleh Al-Qur’an untuk menunjukkan proses pertumbuhan dan perkembangan kekuatan fisik, akal dan akhlaq. Hal ini diantaranya Nampak dalam ayat:
Artinya: “Fir'aun menjawab: "Bukankah kami Telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu” Asy-Syu’arra’ (26): 18.
Ayat lain yang seirama maksud atau kandungannya Adalah:
Artinya: “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik Aku waktu kecil" Al-israa’ (17): 24.
Lafal “tarbiyah” menurut al-Razi dalam karya monumenalnya, tafsir al-kabir berarti pertumbuhan atau pengembangan (tanmiyah). Sehingga al-qafal sebagaimana yang disitir oleh pengarang tafsir tersebut, mengatakan bahwa penagajaran (ta’lim) itu tidak terbatas dalam pengajaran (kepada anak sebaya) berbuat baik kepada kedua orang tua dalam bentuk perkataan (ucapan), akan tetapi lebih dari pada itu, ta’lim (pengajaran) itu ditunjukkan untuk tindakan atau perbuatan supaya seseorang anak sudi mendo’akan orang tuanya supaya diberi rahmat. Sesuai dengan interpretasi itu, al-Tabatabai menafsirkan bahwa seorang anak selalu mengingat pengasuhan (pembinaan dalam rangka mendidik, tarbiyah) yang dilakukan oleh kedua orang tuanya ketika kecilnya. Oleh karena itu, seorang anak harus berdo’a supaya Allah memberikan rahmat kepada keduanya sebagaimana mereka berdua memberikan belas kasihan dan mendidiknya diwaktu kecil. Jadi, lafal tarbiyah dalam Al-Qur’an juga dimaksudkan sebagai proses pendidikan.