Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Ilmu Agama>Pengertian Imamah, Imaroh, Khilafah dan Hukumah

Pengertian Imamah, Imaroh, Khilafah dan Hukumah

oleh: Bajangsasak    
ª
 
Pengertian Imamah, Imaroh, Khilafah dan Hukumah

Imamah secara bahasa bisa diartikan setiap orang yang harus diikuti baik dia itu adalah seorang pemimpin atau tidak. Dalam lisan al-Arab juga dikatakan bahwa yang dimaksud dengan imamah dan imam itu adalah orang yang diikuti oleh suatu kaum baik mereka berada di jalan yang lurus maupun yang sesat.
Sementara yang dimaksud dengan imamah secara istilah ulama memberikan definisi secara beragam akan tetapi kesemuanya itu bermuara pada satu tujuan. Imam al-Mawardi dalam kitab al-Ahkam al-Sulthaniyah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan imamah adalah posisi khilafah nubuwwah –pengganti nabi–untuk menjaga agama serta politik yang sifatnya duniawi. Sementara itu, imam al-Haramain mendefinisikan imamah lebih umum lagi daripada al-Mawardi, beliau mengatakan bahwa yang dimaksud dengan imamah adalah kepemimpinan yang sifatnya utuh, dan kepemimpinan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat umum dan khusus dalam urusan-urusan agama maupun dunia.
Dengan demikian yang dimaksud dengan imamah di sini adalah seorang pemimpin yang mempunyai kewajiban untuk menjaga segala sesuatu yang berkenaan dengan agama –kemaslahatan akhirat- maupun segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah dunia.
Definisi imamah di atas juga bisa disandingkan terhadap lafal khilafah dan juga lafal imaroh. Hal ini dikarenakan antara lafal imamah, khilafah dan imaroh merupakan lafal yang muradif. Sebab seorang pemimpin ia bisa disebut sebagai kholifah, imam atau juga amir al-Mu’minin. Perbedaan istilah atau penyebut nama antara imamah, khilafah dan imaroh ini dikarenakan ada peran sejarah di dalamnya. Lafal imamah ini muncul semenjak nabi masih hidup, sebab beliau merupakan imam pada waktu itu. Ketika nabi meninggal dan kepemimpinan dilanjutkan oleh sayyidina abu baker, barulah istilah khilafah disini muncul sebab pada waktu itu sayyidina abu baker adalah khalif (pengganti nabi). Setelah kepemimpinan sayyidina abu baker selesai, dan dilanjutkan oleh sayyidina umar bin khattab istilah amir al-Mu’min mulai berkembang.
Sekalipun ketiga lafal tersebut adalah muradif, syaikh abu zahroh menjelaskan asal mula lafal tersebut. Seseorang disebut kholifah karena dia bertugas sebagai hakim a’dlam bagi seluruh umat islam sebagai ganti daripada nabi Muhammad SAW. Orang tersebut juga bisa disebut imamah karena seorang kholifah itu adalah sebagai pemimpin, serta mentaatinya juga dihukumi wajib. Selain itu umat manusia juga selalu berjalan dibelakang mereka seperti halnya mereka sholat yang ada di belakang imamnya.
Diterbitkan di: 10 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengertian imaroh Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa yang di maksud imaroh Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kalau yang dimaksud dengan ro'in apa yah?..., Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    IMAROH ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Apa yang dimaksud dengan imaroh yah?..., 17 Mei 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    MAKSUD DAN PENGERTIANPAS DARI IMARAH TERSEBUT APA Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.