Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Ucapan IJAB KABUL

oleh: ijay    
ª
 
Keabsahan nikah itu adalah jika telah terpenuhinya rukun nikah yaitu adanya dua orang mempelai, wali, dua orang saksi, sighat (mas kawin). Adapun yang dimaksud shighat akad nikah atau ijab qabul adalah perkataan seorang wali nikah ketika menikahkan anak perempuannya kepada mempelai pria, ini disebut ijab, dan jawaban mempelai pria untuk menerimanya disebut qabul.

Shighat akad nikah bisa menggunakan bahasa Arab atau yang lainnya yang mudah dipahami, hanya saja di kalangan ulama mensyaratkan dalam akadnya itu dengan menggunakan kata nikah atau kata ziwaj, tidak boleh dengan kata jodoh atau partner atau pasangan, dsb.

Contoh ucapan Ijab (kalau walinya ayah mempelai perempuan), adalah: yang artinya sebagai berikut "Hai Ahmad, Aku nikahkan dan aku kawinkan engkau dengan anak perempuanku Fatimah dengan maskawin Kitab Suci Al-Quran."

Adapun contoh qabulnya (yang menerima mempelai pria) sebagai berikut: yang artinya "Aku menerima pernikahan dan perkawinannya bagi saya dengan mas kawin yang telah disebutkan tadi (Kitab Suci Al-Qur'an)."

Jadi jika karena masalah bahasa tidak menjadi persoalan dengan menggunakan bahasa apa pun, asalkan mudah dipahami dan maknanya benar. Namun demikian, ucapan qabul "Saya terima nikahnya"-dipandang lebih lengkap dan mudah dipahami, dan tidak berarti maksudnya seseorang mempelai wanita yang menikahi mempelai pria, karena yang menikahkan itu adalah wali (orang tua) dari mempelai wanita dan mempelai pria menjawab atau menerima apa yang disampaikan oleh wali nikah tadi.

Jadi, bagi siapa saja yang akan menikah atau menikahkan, sebaiknya menggunakan redaksi ijab qabul yang telah umum berlaku dan bisa ditanyakan kepada Kantor Urusan Agama setempat selaku pihak yang berwenang mencatat pernikahan secara Islam tentunya !
Diterbitkan di: 25 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana ucapan wali nikah yang diwakilkan karena ayah nya sudah meninggal Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    saya ingin bertanya, bagaimana jika orang menikah dengan identitas/nama yang berbeda. Misalkan salah satu pihak pernah mengganti namanya. Apakah tetap sah? atau adakah contohnya pada zaman Rasul. Tks Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    gman cara bicra waktu ijab kabu...? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    hak dan kewajiban suami ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Kewajiban suami dibagi 2 yaitu bersifat kebendaan dan bukan kebendaa. Selengkapnya, ikuti tulisan saya di lain waktu. 25 Oktober 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.