Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Hewan Sama dengan Manusia

oleh: Bajangsasak    
ª
 
Memperlakukan hewan selayaknya sama dengan perlakuan kita kepada manusia, lantaran hewan juga merupakan mahluk Tuhan yang perlu di pelihara dan mendapat bantuan dari kita. Sikap yang selayaknya kita berikan kepada hewan khususnya hewan peliharaan antara lain.

1. Menjaga Kesehatan Hewan.
Keadaan tubuh hewan sama dengan manusia. Ketika musim berubah, suhu badanya akan berubah. Bahkan hewan bisa terkena penyakit, seperti demam, cacingan dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, hewan musnah bukan hanya lantaran mereka diburu manusia atau dimangsa oleh lewan lain, melainkan ada juga diakibatkan penyakit yang datang kerena perubahan cuaca alam sekitarnya.
Allah SWT melalui Al-Qur'an menegaskan kalau hewan memiliki kesamaaan dengan manusia melalui firmannya.
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ
Dan tidaklah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya melainkan umat-umat seperti kamu. Tidaklah kami alpakan sesuatupun di dalam al-kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dikumpulkann (Q.S al-An'am : (6) 38).
Dari ayat di atas, jelas sekali penyebutan persamaan antara manusia dengan hewan, namun ulama' berbeda pendapat mengenai persamaan ini. Ada yang mengatakan bahwa manusia dan hewan sama-sama mengenal, meng-Esakan, dan bertasbih pada Allah. Yang lain berpendapat bahwa keduanya sama dari aspek pengaturan rizki, umur, kebahagian. Ada juga yang menyamakan dari segi pemberian rahmat, karunia, dan pertolongan Allah. Sedangkan sebagian kaum Sufi menilai bahwa antara manusia dan hewan sama dalam hal mempunyai akal, di-taklif (dibebani hukum), dan juga sama-sama memilki rasul.
Perbedaan mengenai bentuk persamaan tersebut sesungguhnya bukan prinsip. Antara manusia dan hewan memang memilki banyak kesamaan. Bahkan kata insan yang bermakna manusia didefinisikan sebagai "hewan yang berakal". Berarti memang antara hewan dan manusia sangat banyak kesamaan, hanya dalam akal saja tidak sama, sebab hewan dipersepsikan tidak punya akal.. Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan Ibnu Asyur. Beliau berpendapat, kata "Umat-umat seperti kamu" memberitahukan bahwa manusia dan hewan sama-sama makhluk Allah dan sama dalam semua sifat-sifat hewani.
Berbuat baik dengan hewan memang tidak cukup dengan memberi makan saja. Kita harus menjaga kesehatannya, sebagai mana kita menjaga kesehatan saudara kita. Wahbah Dzuh berpendapat, wajib memperhatikan keadaan binatang walaupun mereka dalam keadaan sakit.
Namun, memperhatikan hewan seperti Anjing jangan sampai keterlaluan, sebagaimana yang sering terjadi di daerah perkotaan, terutama bagi orang kaya. Mereka memberikan makan dengan makanan yang mahal, memakaikan perhiasan mewah kalau kelihatan sakit, langsung dibawa ke dokter spesialis. Mereka rela mengeluarkan dana besar demi kesehatan hewan piaraannya. Gaya hidup seperti ini, menurut Fuqoha' tidaklah sesuai dengan akhlak Islami. Atau dalam istilah ulama' salaf, tergolong aklak yang tidak terpuji.
1. Memberikan hak untuk Berkembangbiak.
Kepedulian terhadap perkembangbiakan hewan perlu ditanamkan pada diri kita. Kerena kelestarian mereka tergantung kita. Agar hewan tidak musnah, bagi pemilik hewan memberikan kesempatan kepada hewan piaraannya untuk bergaul dengan lawan jenisnya. Hal ini, adalah salah satu cara membuat mereka menjadi tetap berkembangbiak.
Perkembangbiakan pada hewan sebenarnya sedikit disinggung oleh al-Qur‘an, sebagaimana firman Allah.
جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ اْلأَنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ
“…Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu…” [QS. al-Syurâ (42):11]
Secara dzahir, ayat di atas menjelaskan penciptaan manusia dan binatang secara berpasang-pasangan. Tujuan penciptaan itu adalah agar manusia dan hewan dapat berkembangbiak. Dan dari ayat itu, para penafsir berkata, bahwa cara berkembang biak binatang sama dengan manusia, yaitu melalui pasangannya karena hewan juga diciptakan berpasang-pasangan sebagaimana manusia. [Tafsîr al-Alûsiy, XVIII:241; al-Kasyâf, VI:181]
Dari pemahaman itu, bagi pemelihara hewan selayaknya hewan pejantan dan betina dikumpulkan dalam kadang yang satu, agar hak mereka untuk berkembangbiak tetap ada.
Diterbitkan di: 04 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan perbedaan hewan dengan manusia dalam mengenal alam sekitarnya Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.