Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Qiyas

oleh: Aamprogresif     Pengarang : Rifaton Aliyah
ª
 

Qiyas merupakan metode pertama yang dipegang para mujtahid
untuk mengistimbathkan hukum yang tidak diterapkan nash, sebagai
metode yang terkuat dan paling jelas. Qiyas adalah pemikiran secara analogis deduktif, maksudnya
suatu hukum yang belum diketahui dengan hukum yang telah diketahui
karena persamaan illah (sebab).22
R. Abdul Djamali, memberikan pengertian dias dilihat dari 2 (dua)
segi, yaitu :
Pertama : Menurut logika, Qiyas artinya mengambil suatu
kesimpulan khusus dari dua kesimpulan umum
sebelumnya (Syllogisme).
Kedua : Menurut hukum Islam, Qiyas artinya menetapkan suatu
hukum dari masalah baru yang belum pernah disebutkan
hukumnya dengan memperhatikan masalah lama yang
sudah ada hukumnya yang mempunyai kesamaan pada
segi alasan dari masalah baru itu.23
Menurut Prof. H.A. Djazuli Qias mempunyai beberapa unsur /
rukun,24yaitu :
1. Ashal yaitu sesuatu yang dinash-kan hukumnya yang menjadi tempat
mengqiyaskan. Ashal ini harus berupa nash, yaitu Al Qur'an, As
Sunnah atau ijma’. Di samping itu Ashal ini juga harus mengandung
illat hukum.
2. Cabang yaitu sesuatu yang tidak dinashkan hukumnya yaitu yang di
Qiyaskan. Untuk cabang ini harus memenuhi syarat
- Cabang tidak mempunyai hukum yang tersendiri
- Illat hukum yang ada pada cabang harus sama dengan yang ada
pada Ashal
- Cabang tidak lebih dahulu ada daripada Ashal
- Hukum cabang sama dengan hukum Ashal

3. Hukum Ashal yaitu Hukum syara’ yang dinashkan pada pokok yang
kemudian akan menjadi hukum pada cabang. Untuk hukum Ashal
harus dienuhi syarat-syarat :
- Hukum Ashal harus merupakan hukum yang amaliah
- Hukum Ashal harus ma’Qul al-ma’an artinay persyariaatannya
harus rasional
- Hukum Ashal bukan hukum yang khusus
- Hukum Ahsal masih tetap berlaku
4. Illak Hukum yaitu suatu sifat yang nyata dan tertentu yang berkaitan
atau munasabah dengan ada dan tidak adanya hukum. Illah hukum
harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
- Illat harus merupakan sifat yang nyata
- Illat harus merupakan sifat yang tegas dan tertentu dalam arti
dapat dipastikan wujudnya pada cabang
- Illat hukum mempunyai kaitan dengan hikmah hukum dalam arti
Illat tadi merupakan penerapan hukum untuk mencapai Maqasidul
Syari’ah
- Illat bukan hanya sifat yang hanya terdapat pada Ashal, sebab
apabila sifat itu hanya terbatas pada Ashal tidak mungkin
dianalogikan
- Illat tidak berlawanan dengan nash, apabila berlawanan dengan
nash-lah yang didahulukan
Dengan 4 sumber hukum Islam yang telah diuraikan secara
singkat tersebut, maka hukum Islam secara luwes dan kuat akan tetap
dapat berkembang dan menyesuaikan berlakunya hukum sepanjang masa
34
sebagaimana diperlukan dalam perkembangan pergaulan hidup
masyarakat.
Selain 4 (empat) sumber hukum Islam tersebut juga ada sumber
hukum Islam yang lain yaitu Istihsan adalah mengambil ketetapan yang
dipandang lebih baik sesuai dengan tujuan Islam. Dengan jalan
meninggalkan dalil khusus untuk mengamalkan dalil umum.
Ijtihad adalah melangsungkan berlakunya hukum yang telah ada
karena belum adanya ketentuan lain yang membatalkannya.25
Adat istiadat atau ‘Urf yang tidak bertentangan dengan ketentuan
Syari’at dapat dikokohkan tetap berlaku bagi masyarakat yang
mempunyai adat istiadat tersebut. Maka hukum Islam, hukum adat
setempat masih dapat dipandang berlaku, selama tidak bertentangan
dengan ketentuan nas Al Qur'an dan Sunah Rasul.

Diterbitkan di: 08 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.