Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Hikmah TALAK

oleh: Sejathi    
ª
 
HIKMAH TALAK
Pada prinsipnya kehidupan rumah tangga ditata atas mutiara mawaddah, rahmah dan penuh cinta kasih. Suami istri laksana dua sayap yang saling melengkapi, yang satu dengan lainnya. Disamping itu harus juga ditompang kekompakan, keselarasan, keserasian, keeratan, kelembutan dan saling pengertian satu dengan yang lainnya sehingga rumah tangga menjadi istana kesenangan, tempat mengadu kasih sayang, danau kesejukan di tengah-tengah gemelut dan kegersangan kehidupan, serta melahirkan generasi yang baik dan merasakan, menghirup udara segar kebahagiaan sehingga dari hari ke hari kehidupan rumah tangga dihiasi dengan semerbak cinta kasih, sebagaimana kehidupan rumah tangga yang dicontohkan baginda Rasulullah sebagai insan yang sempurna dalam semua bidang kehidupan, sehingga keluar dari lisan beliau yang mulia kata-kata yang penuh makna “Baiti Jannati”
Jika mata air cinta dan kasih sayang sudah kering dan tidak lagi memancarkan airnya, diantara sepasang suami istri sudah tidak merasakan lagi madu cinta dan kemesraan. Lalu keduanya sudah tidak mempedulikan satu dengan lainnya, yang ada hanyalah api kebencian dan amukan ketidak harmonisan sehingga kehidupan rumah tangga bagaikan penjara yang mengerangkeng seisi rumah. Akhirnya, yang tinggal hanyalah pertengkaran dan tipudaya. Kemudian keduanya berusaha kembali untuk membangun rumah tangga yang dikelilingi rasa cinta, namun tidak berhasil. Begitu pula dengan keluarganya sudah bersusah payah untuk menyatukan kembali namun juga tidak membuahkan hasil. Maka pada saat seperti ini pintu talak merupakan jalan satu-satunya untuk keluar dari keadaan yang tidak menguntungkan malahan membuat penderitaan dan kesengsaraan.
Oleh karenanya, Islam mensyari’atkan talak bagi suami istri di saat biduk rumah tangga sudah tidak mungkin dipertahankan lagi, karena mengakhiri perjalanan kehidupan rumah tangga dengan perceraian dipandang lebih baik ketimbang melanjutkan kehidupan rumah tangga dengan angkara murka dan tipu daya. Selaras dengan kaidah fikih yang artinya“Dipilih paling ringannya dua perkara yang sama-sama jelek”. Dan jikalau kehidupan rumah tangga tetap dilanggengkan niscaya mereka akan merasakan kehidupan rumah tangga seperti penjara dan neraka yang hanya menyesakkan dan membawa kelembah penderitaan, dan hal itu pasti akan berakibat buruk terhadap anak dan perjalanan rumah tangganya karena jika suami istri terus menerus menampakkan muka masam dan menapaki rumah tangga dengan setengah hati maka anak-anak mereka pun pasti akan mengalami penderitaan dan kegersangan kasih sayang. Dari rumah tangga seperti ini akan lahir generasi yang dipenuhi kedengkian, iri hati, kezhaliman, hidup ala glanmor sebagai bentuk pelampiasan dan pelarian diri dari kenyataan pahit yang pernah mereka telan.
Dalam kondisi seperti ini, talak merupakan satu-satunya jalan yang selamat. Talak merupakan pintu rahmat bagi setiap insan yang menginginkan ketentraman dalam kehidupannya, dengan tujuan agar tiap-tiap suami istri mau berintropeksi diri dan mau memperbaiki kekurangan dan kesalahannya. Bukanlah pintu talak dijadikan jalan untuk melampiaskan hawa nafsu semata dengan gonta-ganti pasangan sehingga Nabi jauh-jauh sebelumnya mewanti-wanti dengan sabdanya:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلَاقَ فِي غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّة
“Siapa istri yang minta talak kepada suami tanpa kebutuhan mendesak, maka Allah mengharamkan baginya mencium aroma surga”.

Sekalipun Islam membuka -dengan sempit- pintu talak, namun ajaran Islam amat menjunjung tinggi nilai-nilai kesabaran dan menganjurkan pada si suami bersabar dan tabah akan jeleknya perangai istri. Sebagaimana dinyatakan dalam surah an-Nisa’ ayat 19.
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسًَي ًا ن تَكْرَهُواْ شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“….dan pergauilah mereka dengan baik jikalau kamu membenci mereka barangkali kamu membenci mereka akan sesuatu sementara Allah menjadikan di dalamnya kebaikan yang banyak
Diterbitkan di: 29 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.