Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Macam-MACAM TALAK

oleh: Sejathi    
ª
 

1. Talak Sunni dan Talak Bid’i
Talak dipandang dari aspek sesuai dan tidak sesuai dengan ketentuan syara’ terbagi pada dua bagian; a. Talak sunni dan b. Talak bid’i. Ulama’ fikih beraneka ragam dalam menstandari batasan-batasan talak sunni dan bid’i.
Kalangan Hanafiyah membagi talak kedalam tiga bagian, yaitu: a. Talak ahsan b. Talak hasan dan c. Talak bid’i.
Talak ahsan adalah talak yang suami menjatuhkan talak pada istrinya dengan talak satu, pada masa suci dan tidak disetubuhi pada waktu sucinya serta ia membiarkan (tidak mentalak lagi) pada istrinya sampai iddahnya berakhir dengan tiga kali haid. Talak hasan adalah talak yang dilakukan suami pada istrinya dengan talak tiga, dalam waktu tiga kali suci dan disetiap masa suci dilakukan talak satu. Sedangkan Talak bid’i adalah talak yang dijatuhkan suami pada istrinya dengan talak tiga, atau talak dua dengan memakai satu kalimat, atau ia mentalak tiga dalam satu masa suci.
Sedangkan kalangan Malikiyah dalam mengkatagorikan talak sunni atau bid’i dengan memberi syarat-syarat tertentu. Ada empat syarat talak dapat dikategorikan talak sunni:
a. Perempuan pada waktu ditalak suci dari haid dan nifas,
b. Suami tidak menjima’nya pada waktu,
c. Suami mentalak satu,
d. Suami tidak mentalak istrinya yang kedua kali sampai masa ‘iddahnya berakhir.
Dan menurut mereka, talak bid’i adalah talak yang tidak memenuhi satu syarat atau seluruhnya. Misalnya : seorang suami mentalak istrinya lebih dari satu, atau ia mentalak istrinya pada masa haid atau nifas, atau pada masa suci tetapi dicampurinya dalam masa suci itu. Lebih lanjut mereka menegaskan bahwa suami yang mentalak bid’i pada isrinya ia dipaksa untuk rujuk kembai sampai masa iddah yang terakhir. Namun jika ia tidak mau untuk merujuknya, Hakim boleh mengancam untuk menahannya, dan manakala ia tetap enggan untuk merujuknya ia boleh dipukul, dan bila ia tetap bersikeras dalam keengganannya, seorang Hakim berhak memaksa untuk merujuknya.
Sementara kalangan Syafi’iyah membagi talak pada tiga bagian dengan istilah yang sedikit berbeda dengan kalangan Hanafiyah. Tiga bagian itu adalah :
a. Talak sunni, b. Talak bid’i, dan c. Talak bukan sunni dan bukan bid’i (talak qhairu bid’I wa la- sunni).
Talak sunni adalah talak yang dijatuhkan pada istri dengan talak satu pada masa suci dan tidak dicampuri pada masa sucinya serta tidak dicampuri pula pada masa haid sebelumya, dan bila suami ingin mentalak istrinya dengan talak tiga ia menjatuhkan talak satu disetiap masa suci.
Berkenaan dengan talak bid’i terbagi menjadi dua macam:
a. Talak yang dijatuhkan pada masa haid yang dicampuri pada masa haidnya, sebab syara’ memerintahkan untuk mentalak istri pada masa suci, dan juga membuat mudharat pad istri dengan lamanya menjalani masa iddah.
b. Talak yang dijatuhkan pada istri dalam masa suci tetapi telah dicampuri pada masa suci itu.
Macam talak yang terakhir, yaitu talak qhiru bid’i wa la-sunni hanya terjadi bagi istri yang masih kacil, perempuan monopause, istri yang berkhulu’, istri yang hamil dan kehamilannya dipastikan hasil hubungan dengan suaminya, dan istri yang belum pernah didukhul.
Sementara kalangan Hanabilah memberi pengertian talak sunni adalah talak yang suami menjatuhkan talak satu pada istrinya yang tidak disetubuhi pada masa sucinya itu kemudian ia tidak mentalaknya lagi sampai masa ‘iddahnya berakhir. Sedangkan talak bid’i adalah talak yang suami menjatuhkan talak pada istrinya dalam masa haid atau nifas, atau masa suci tetapi ia telah mendukhulnya.
Dalam Kompilasi Hukum Islam -fikih Indonesia- lebih cendrung mengikuti pendapat mayoritas Ulama’ selain Hanafiyah, sebagaimana dinyatakan dalam pasal 121 dan 122.
Pasal 121: Talak sunni adalah talak yang dibolehkan yaitu talak yang dijatuhkan terhadap istri yang sedang suci dan tidak dicampuri dalam waktu suci tersebut.
Pasal 122: Talak bid’i adalah talak yang dilarang, yaitu talak yang dijatuhkan pada waktu istri dalam keadaan haid, atau istri dalam keadaan suci tapi sudah dicampuri pada waktu suci tersebut.

2. Talak Raj’i dan Talak Ba’in
Talak ditilik dari boleh dan tidak bolehnya rujuk terbagi pada dua macam :
a. Talak raj’i, dan b. Talak ba’in.
Talak raj’i adalah talak yang boleh bagi suami untuk merujuk pada istrinya dengan tanpa perlu akad baru selama masa ‘iddah, meskipun istri tidak mau untuk dirujuk. Talak raj’i ini terjadi dalam talak satu dan dua tetapi setelah masa ‘iddah istri sudah habis, suami tidak dapat merujuk kembali melainkan dengan akad baru.
Talak ba’in ada dua macam:
a. Ba’in shughraa (ba’in kecil)
b. Ba’in kubraa (ba’in besar)
Talak ba’in shughraa adalah talak yang suami tidak dapat untuk rujuk kembali pada mantan istrinya, melainkan dengan akad dan mahar baru. Talak ba’in shughraa terjadi bagi istri yang belum didukhul, istri yang berkhuluk dengan menyerahkan ‘iwad (ganti rugi), talak yang dijatuhkan oleh Hakim, dan talak sebab ila’.
Talak ba’in kubraa adalah talak yang suami tidak boleh untuk merujuk kembali kepada istri kecuali bila istri telah kawin lagi dengan orang lain dan telah dicampurinya, kemudian ia ditalak dan telah berakhir ‘iddahnya dari suami yang kedua. Talak macam ini terjadi dalam talak tiga.

Diterbitkan di: 29 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jika suami kepada istrinya mengatakan q tidak sanggup untuk menafkahi dirimu apa itu termasuk talak? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kalau suami menulis lewat sms: ya, tinggallah dan hiduplah bersama keluargamu dan saudara-dausaramu kalau kamu sudah tidak mau hidup denganku. apakah kata-kata seperti itu sudah jatuh talak? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah masih sah klo setiap bertengkar sang suami sering mengatakan talak dan bagaimana solusinya? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    tidak 04 Mei 2013
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pakah kata2"pulanglah jika kamu ingin pulang"termasuk kata talak?krn maksud dari kata2 itu adalah ktka suami merasa istri sdh tdk betah tinggal sama suami dan lebih nyaman sama ortunya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jika suami tidak pernah memberi nafkah lahir selama 7 th pernikahan dan jarang memberi nafkah batin kadang 3bln lamanya padahal serumah dan istri tidak ridho apakah dapat jatuh talak 1???? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    ketika anda mengatakan"saya terima"pd saat ijab kabul scara langsung anda sudah siap mengagung hidup dari pasangan dan wajib bagi anda memberinya nafkah.dan tidak wajib bagi istri memberikan pelayanan bagi anda sementara anda tidak memenuhi kewjiban anda sebagai suami/kepala rumah tangga 30 Oktober 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jika ucapan talak tidak disampaikan langsung kepada isteri apakah sah talaknya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    lanjutan dari kasus diatas..... apakah sah kalau mereka rujuk tanpa ada ucapan rujuk/ tanpa saksi? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    sah kalau, kalau masih dalam talak 1 dan 2, tp tidak sah kalau sudah masuk dalam talk yang ketiga... dan jika ada suami yang ingin merujuk istrinya lagi (dalam hal ini sudah masuk talk yang ketiga), maka hal tersebut sudah masuk talak ba'in kubro... (apabila ada pendapat lain yang bertentangan dengan pendapat saya ini, tolong di pertimbangkan lagi, karena saya bukan orang yang selalu benar dan yang selalu salah) 27 April 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah masih bisa disebut sebagai suami istri. jika mereka selalu bertengkar yang diiringi kata cerai dan langsung dijawab sang suami "saya ceraikan kamu" udah lebih 10 kali dalam 1-2 bulan....? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    jika ada sebuah problem yang seperti itu, maka hubungan suami-istri sudah tidak ada dari mereka... karena dalam islam hanya di batasi 3x Thalaq(cerai). 27 April 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    talak yang dijatuhkan kepada istri yang mampu berbicara dan ia menulis kata talak tsb ???????? di sebut talak apa ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    AKLHAK apa saja yang dapak kita teladani dari Nabi Muhammad SAW??? dan Aklhak apa yang paling menonjol dari Rasulullah SAW? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    rosulullah adala manusia pilihan dan sepatutnya kita mencontoh semua prilakunya termasuk akhlaknya yang paling menonjol yaitu sabar 30 Oktober 2012
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.