Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Fatwa MUI tentang KB

oleh: miftachudin    
ª
 
Keberadaan Keluarga Berencana dipandang dari Hukum Islam diperbolehkan. Bukan hanya fatwa MUI, Mufti Besar Yordania juga mengeluarkan fatwa yang menganjurkan Keluarga Berencana. Mufti Mesir, Syekh Salim mengeluarkan fatwa pada tahun enam puluhan yang mengizinkan baik suami maupun istri dengan persetujuan masing-masing istri atau suaminya untuk berdaya upaya mencegah jatuhnya air mani ke dalam rahim agar jangan terjadi kehamilan. Imam Mesjid Delhi yang terkenal juga menganjurkan atau mengizinkan penggunaan alat kontrasepsi.

Diperbolehkannya penggunaan alat kontrasepsi disimpulkan dari perbuatan senggama terputus oleh sementara orang di zaman Nabi. Dan izin untuk menggunakan IUD adalah kelanjutan modern dari cara-cara tradisional senggama terputus. Akan tetapi pada thun 1971 penggunaan IUD dilarang disebabkan karena pemasangannya menyangkut melihat bagian pribadi wanita (aurat), dan larangan itu secara metodologi digolongkan sebagai “hurrima li zatihi” (dilarang karena zatnya). Hosen mengatakan bahwa garis dalil ini harus diubah, karena melihat aurat tidaklah dilarang bila yang melihatnya adalah suaminya sendiri. Jadi melihat aurat itu sendiri dilarang bukan karena soal melihat (li zatihi), tetapi sebagai pencegahan terhadap pelanggaran selanjutnya yakni perbuatan zina.

IUD oleh para ahli dianggap sebagai salah satu alat kontrasepsi yang paling efektif dan yang paling murah. Seperti fatwa MUI tentang penggunaan IUD dibenarkan, asalkan pemasangannya dilakukan oleh dokter wanita atau dalam keadaan tertentu, oleh dokter lelaki dengan dihadiri kaum wanita lain atau si suami pasien. Kemudian ada pernyataan tentang diizinkannya penggunaan IUD adalah penarikan kembali (pembatalan fatwa yang dikeluarkan tahun 1971). Jadi IUD diperbolehkan dalam hukum agama Islam.
Selain IUD, masih banyak alat kontrasepsi saat ini, misalnya: suntik, pil, susuk, kondom. “Keluarga Berencana” adalah solusi untuk menjaga jarak angka kelahiran agar tidak terjadi jumlah peledakan penduduk, juga untuk menjaga kesehatan anak dan ibu.
Diterbitkan di: 22 Oktober, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Tp bagaimana dg zigote yg telah terjadi yg mana sebagian besar ulama sepakat bahwa zigot adalah hidup? IUD dpt membunuh zigot krn membuat ruang yg tdk kondusif buat zigot hidup? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Menurut saya, jika zigot terbentuk karena perpaduan antara sel sperma dan sel telur, maka zigot baru dikatan hidup 11 Oktober 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.