Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Arah Kiblat Bergeser

oleh: LudiPNK     Pengarang : Ludi Pontjo Noviantoro
ª
 
Beberapa waktu yang lalu ramai diberitakan tentang bergesernya arah kiblat di Indonesia. Berdasarkan klarifikasi Majelis Ulama Indonesia, arah kiblat bergeser sekitar 30 cm kearah kanan dari posisinya semula.Menurut Abdul Kadir Karding, Ketua Komisi VIII DPR, arah kiblat bergeser sekitar 0,7 sampai 1 derajat.
Area tempat keberadaan Ka’bah itu sendiri tidak bergeser namun masjid-masjid yang mengelilinginya di seluruh dunia ada kemungkinan bergeser, tambahnya.
Dengan menggunakan teknologi GPS, saat ini kita dapat mengukur arah kiblat dengan tepat. Sebagai contoh, Masjid Istiqlal, Jakarta memiliki koordinat tengah Masjid ini 6º 10′ 10.01” Lintang Selatan dan 106º 49’ 53.30” Bujur Timur, dan diketahui pula diketahui bahwa jarak masjid ini dengan Ka’bah adalah 7.910 km. Dengan demikian dapat dikatakan Masjid kebanggaan kita ini lurus dengan arah Ka’bah. Namun tidak demikian halnya dengan Masjid Baiturrahim di dalam kompleks Istana Negara. Masjid ini ternyata terdapat kemiringan 8 derajat.
Mengutip sebuah Hadits Rasul dari Abu Hurairah radliyallahu `anhu dari Nabi shallallahu `alaihi wa sallam beliau bersabda: Sesungguhnya agama ini adalah agama yang mudah, dan tidaklah seseorang itu melampaui batas dalam menjalankan agama ini kecuali akan kalah dengan sendirinya. Oleh karena itu berusahalah untuk mengamalkan agama ini dengan benar, dan kalau tidak bisa sempurna, maka berusahalah untuk mendekati kesempurnaan. Dan bergembiralah kalian dengan pahala bagi kalian yang sempurna walau pun amalan kalian tidak sempurna. Dan upayakan menguatkan semangat beribadah dengan memperhatikan ibadah di pagi hari dan di sore hari dan di sebagian malam (yakni waktu-waktu di mana kondisi badan sedang segar untuk beribadah). Semua kita sepakat bahwa Islam merupakan agama yang mudah, mencintai dan menganjurkan kemudahan.
Islam menyadari bahwa manusia tidaklah sempurna. Sangatlah sulit bagi manusia saat ini untuk mendekati kesempurnaan ibadah Rasulullah SAW. Dan nampak agama yang sempurna ini juga telah memperhitungkan kemungkinan terjadinya hal-hal seperti pergeseran arah kiblat sebagai akibat bergeraknya lempeng bumi.
Oleh dari pada itu bergesernya arahnya kiblat haruslah dipahami dengan bijak, sebagai berkah dan rahmat dari ALLAH SWT, untuk mengingatkan kita sebagai umat manusia untuk lebih bertaqwa kepadaNYA. Tanpa perlu berpolemik bergesernya arah kiblat, cukuplah kita sebagai umat manusia menggeser sedikit sajadah kita ke arah yang baru.
Diterbitkan di: 09 Juni, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.