Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Perkawinan di Kana

oleh: wentjes    
ª
 
PERKAWINAN DI KANA
Ringkasan Kotbah Pdm. Musa Ong

Yohanes 2 : 1 – 11

Perkawinan di Kana bisa dikatakan suatu perayaan yang luar biasa, mengapa demikian?. Karena pada waktu terjadinya suatu perkawinan di Kana, mereka mengundang Yesus dan murid-murid-Nya. Disini kita bisa melihat bahwa dimana saja Tuhan Yesus ada, banyak orang yang mengikuti-Nya. Akibatnya kita tahu, sementara pesta belum berakhir mereka kehabisan anggur.
Sewaktu peristiwa ini terjadi datanglah ibu Yesus, Maria dan berkata “anggurnya sudah habis” dan Yesus berkata “waktu-Ku belum tiba”. Meskipun demikian kita tahu Tuhan Yesus memerintahkan orang-orang untuk mengisi buyung-buyung tersebut dengan air dan terjadilah mujizat bahwa Tuhan Yesus merubah air menjadi anggur. Tetapi bukan saja terjadi mujizat melainkan ada pujian yang disampaikan kepada tuan rumah oleh orang-orang yang datang ke pesta tersebut.
Sebab itu ada pertanyaan kepada kita semua, apakah ada mujizat dan pujian di dalam keluarga kita ataukah sebaliknya? Di dalam dunia ini hanya ada dua kuasa yaitu, kuasa Tuhan dan kuasa iblis. Tuhan mengerjakan segala sesuatu yang baik yaitu, mujizat dan mendatangkan pujian (kemuliaan) bagi Dia. Iblis yang mengerjakan kehancuran dan merencanakan masa depan yang suram karena iblis cemburu dengan apa yang Tuhan rencanakan kepada manusia yaitu keluarga yang harmonis, utuh, bahagia dan diberkati.
Ada 4 kuasa yang dibutuhkan oleh orang-orang percaya agar mengalami mujizat dan kemuliaan Tuhan didalam hidup mereka, di antaranya adalah:
1. Yoh. 2:2 = Yesus dan murid-murid-Nya di undang juga ke perkawinan itu.
Kata “di undang” ini berbicara tentang “KUASA PENYERTAAN”. Apabila kita mau berhasil di dalam pekerjaan, rumah tangga dan pelayanan kita, sertakan Tuhan didalamnya. Tanpa Tuhan tidak ada yang bisa di harapkan dan kita tidak bisa menghasilkan yang baik, benar dan mulia. Mintalah dari Tuhan akan kuasa penyertaan-Nya agar kita selalu berhasil di dalam segala hal.
2. Yoh. 2:3 = Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya.
Kata “berkata” menunjukkan suatu komunikasi (doa) antara Maria dan Yesus.Ini berbicara tentang “KUASA DOA”. Secara manusia Yesus adalah anak Maria, tetapi dalam konteks ini Yesus adalah Allah penyelamat. Kita bisa menyimak dari ayat ini bagaimana Maria berbicara kepada Yesus tentang apa yg terjadi di Kana dan ini menggambarkan doa seseorang kepada Allahnya. Yesus mau mengajarkan kepada kita semua, bahwa kita harus berharap & berdoa kepada Allah Sang Pencipta, bukan kepada manusia. Sebab itu kalau kita ingin rumah tangga kita penuh dengan mujizat dan pujian (kemuliaan), tekunlah di dalam doa dan alamilah kuasa doa di dalam Tuhan Yesus. Pertanyaannya, “apakah kita sudah mengalami kuasa doa di dalam Tuhan Yesus?”. Apabila kita melakukan doa dengan tekun, kita sendiri yang akan mengalami kuasa doa dan mujizat yang luar biasa, bukan hanya karena kita mendengar dari cerita orang lain.
3. Yoh.2;4 = Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-KU, ibu? Saat-Ku belum tiba.”
Ini berbicara tentang “KUASA KESABARAN” Seringkali manusia tidak sabar, seringkali manusia ingin mencari sesuatu yang instan (cepat). Tetapi yang perlu kita ketahui dengan kesabaran setiap orang pada akhirnya akan mendapatkan apa yang di inginkannya. Kesabaran perlu diuji karena seringkali kita menginginkan sesuatu yang baik tetapi yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu kegagalan. Hanya dengan penyertaan Tuhan dan kesabaran (penguasaan diri) yang kita miliki, maka kita akan melihat janji-janji Tuhan akan digenapi dalam hidup kita dan janji Tuhan adalah keberhasilan dan damai sejahtera.
4. Yoh.2:5 = Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”
Ini berbicara tentang “KUASA NASEHAT”. Sebab itu jangan pernah kita melalaikan nasehat orang lain apalagi nasehat dari orang-orang yang bergaul karib dengan firman Tuhan. Lewat nasehat tersebut kita akan dapatkan nilai-nilai, didikan dan hikmat yang sangat bermakna bagi kita.

Marilah kita melakukan apa yang Tuhan mau di dalam kehidupan kita, maka kita akan melihat mujizat demi mujizat, pujian demi pujian (kemuliaan) di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus Memberkati…Amin!!!

Diterbitkan di: 11 September, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.