Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Ilmu Agama>Hakikat atau Tujuan dari Penciptaan Manusia & SeluruhMakhluk (Selesai)

Hakikat atau Tujuan dari Penciptaan Manusia & SeluruhMakhluk (Selesai)

oleh: verarl    
ª
 
Demikianlah ayat-ayat Allah yang berfirman:
” Barang siapa yang Allah menyukaiNya, maka dialah yang mendapat petunjuk, dan barang siapa yang disesatkanNya, maka engkau Muhammad tidak akan mampu mempertemukannya dengan seorang wali mursyid (seorang penunjuk) “ (QS. al Kahfi : 17). Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan mereka amin.

Karena tanpa seorang wali mursyid maka tenggelamlah hamba dalam lautan kesesatan karena syetanlah yang akan menjadi petunjukmu Qur’an dan Sunnah tidak akan pernah cukup tanpa seorang wali mursyid yang akan menuntun dan membimbing dalam menuntut ilmu ibadah kepada Allah SWT semata. Dan dalam pencarian mursyid yang wali maka sebagai penambah wawasan anda dapat membaca “Ciri-ciri Wali yang Mursyid” yang alhamdulillah telah selesai kami rampungkan.

Maka beserta wali yang mursyidlah seorang hamba akan memperoleh petunjuk dan bimbingan guna mendalami ilmu dalam beribadah kepada Allah SWT. Ilmu ibadah itu sendiri terdiri dari 3 bagian yaitu :
1. Ilmu yang bertujuan untuk mengenal Dzat yang disembah ( ALLAH SWT ) disebut Ilmu tauhid
2. Ilmu tata cara beribadah kepada Allah disebut ilmu fiqih ( syariat )
3. Ilmu yang bertujuan untuk memperbaiki akhlaq dan ‘adab dalam beribadah kepada Allah disebut ilmu tashawuf

Maka ketiga ilmu ini tidak bisa ditinggalkan salah satunya, sebab bila hilang salah satunya, maka tidaklah sempurna ibadah seseorang kepada Allah SWT. Bentuk ibadah sendiri dibagi dalam 2 dimensi yaitu :
1. Dimensi ibadah yang ditentukan cara dan waktunya ( mengenal waktu ) seperti Shalat baik wajib maupun sunnah, zakat, Puasa baik wajib maupun sunnah, Haji juga ditentukan tata cara dan waktunya
2. Dimensi ibadah yang tidak mengenal waktu dan tempat , bisa dikatakan sampai ajal kita tiba yaitu Dzikrullah ( dzikir kepada Allah ).

Bentuk ibadah-ibadah ini dilaksanakan secara lahiriyah dan bathiniyah. Dengan kata lain, tata cara peribadatan dilakukan secara lahiriyah sesuai ajaran syariat islam, sedangkan bathiniyahnya dituntut atau diharuskan untuk dapat menghadap dan sambung ( melakukan komunikasi ) dengan Allah SWT.

Kesamaan dari kedua dimensi ibadah diatas adalah sama – sama di tuntut untuk selalu dapat ingat dan menghadap Allah Itulah dzikir paling utama, jadi dapat dikatakan bahwa dzikrullah merupakan inti, esensi atau ruh semua ibadah. Dasar ibadah untuk mendapatkan hakikat ibadah.

Tanda – tanda seseorang telah mendapatkan hakikat ibadahnya adalah perubahan pada Akhlaqnya baik akhlaq kepada Allah dan akhlaq kepada makhluq, seperti :
1. Tidak akan menuntut pada Allah tentang takdir pada dirinya dan orang lain
2. Menerima segala pemberian Allah dan takdir Allah dengan Ridla, karena telah sangat paham dan mengetahui bahwa pilihan Allah itu lebih baik baginya, sehat dan sakit semua dari Allah, tetapi tetap menjalankan tata cara syariat yaitu berobat, didasarkan hanya untuk beribadah karena perintah Allah, bukan untuk mencari kesembuhan. Dia juga berdo’a tapi do’anya adalah untuk persembahan bagi Allah, bukan untuk menuntut pemberian Allah berupa kesembuhan.
3.  Bersifat dengan sifat yang dicontohkan Nabi SAW, tidak ada dendam, tidak pernah mencela makhluk Allah berupa apapun, sangat menghormati dan sayang terhadap semua makhluk. Penyabar ( karena Allah beserta orang yang sabar )
4. Hatinya selalu luar biasanya tenang,selalu sejuk dan menyejukkan, tidak takut terhadap sesuatu apapun, tidak was – was dan khawatir tentang duniawi seperti makanan, harta dan rezeki yang harus dicari, yang diketauhinya adalah bekerja sebagai ibadah karena perintah Allah, bukan untuk mencari rezeki atau supaya kaya, semua diserahkan pada Allah.
Diterbitkan di: 17 Agustus, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.