Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Rumah Tuhan

oleh: wentjes    
ª
 

RUMAH TUHAN
Kotbah dari Timotius Arifin Tedjasukmana

Mat 21:8-9

Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"

Perayaan minggu palem dilakukan sebagai peringatan ketika Yesus masuk ke Yerusalem dan dielu-elukan orang banyak. Di dalam beberapa tafsiran disebutkan ini terjadi pada 6 April tahun 32 Masehi. Tetapi itu sebenarnya terjadi pada tanggal 10 bulan Nisan, yaitu bulan pertama di dalam perhitungan Yahudi, sebab pada tanggal 10 bulan Nisan adalah sekaligus merupakan perayaan Paskah. Tercatat dalam firman Tuhan ada beberapa peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 10 bulan Nisan, yaitu:

1. Bangsa Israel mendirikan kemah tabernakel (kemah suci) di padang belantara dalam perjalanan menuju tanah perjanjian

2. Saat ketika Raja Hizkia mulai mereformasi dan membersihkan bait Allah (2 Raja-Raja 18)

3. Tanggal dikeluarkannya dekrit bahwa tembok Yerusalem harus dibangun oleh Nehemia (Neh 2)

4. Ini saat dimulainya pembersihan bait Allah (Yeh 40)

Sebagai kebiasaan bangsa Israel sebelum perayaan Paskah, mereka mengadakan pembersihan (cleansing). Termasuk tradisi tidak boleh ada ragi sedikit pun di dalam rumah. Ragi, dalam proses pembuatan roti, dapat menyebabkan roti mengembang. Dalam Alkitab, ragi adalah gambaran dosa dan perbuatan jahat. Itulah yang membuat manusia sombong dan harus disingkirkan. Alkitab mencatat ada beberapa jenis ‘ragi’, diantaranya adalah ragi immoralitas (kenajisan). Selain gambaran dosa, ragi adalah gambaran "rasa ketidakpercayaan", yaitu yang sering disebut ragi Farisi dan Saduki. Menjelang perayaan paskah ini, mari kita juga mulai melakukan “pembersihan”, membersihkan pikiran, perkataan, hati, telinga. Selain 'pembersihan', ini juga disebut sebagai hari dedikasi, dimana Tuhan Yesus meninggalkan Yerusalem pergi ke Betania, sebuah desa kecil (gambaran orang miskin). Betania artinya adalah rumah orang tertindas / orang miskin. Arti org miskin adalah orang yang mengakui dirinya memerlukan Tuhan. Inilah kabar baiknya, Tuhan melawat umatNya yang tertindas dan yang berteriak memohon pertolongan Tuhan. Jika Tuhan masuk dan tinggal dalam diri kita, maka akan ada 'bersih-bersih' di dalam diri kita terhadap segala sesuatu yang tidak berkenaan dengan sifat Allah sehingga tubuh kita dapat menjadi rumah Tuhan yang mempermuliakanNya. Ada beberapa karakter dalam rumah Tuhan, yaitu:

1. Rumah Tuhan adalah rumah kekudusan

Dia disebut KUDUS (kadosh). Dikatakan dalam firman Tuhan, Yesus sangat marah ketika melihat bait Allah (yang seharusnya merupakan tempat kudus) disalahgunakan sebagai tempat perdagangan. Tuhan tidak segan-segan untuk membersihkan segala sesuatu yang kotor dalam diri kita, segala tindakan jahat, perkataan kotor, Tuhan menguduskan diri kita agar kita layak disebut rumah Tuhan.

2. Rumah Tuhan adalah rumah doa bagi segala bangsa

Berkat Tuhan tidak hanya untuk bangsa Israel, namun melalui Kristus segala bangsa layak menerimanya. Ia yang melayakkan semua bangsa untuk berdoa kepadaNya dan menerima jawaban. Dimanapun kita berada (tanpa harus pergi ke Yerusalem sekalipun), kita beroleh anugerah Tuhan melalui Yesus Kristus untuk dekat dan memiliki hubungan intim denganNya.

3. Rumah Tuhan adalah rumah pengampunan

Karakter Yesus adalah selalu mengampuni tanpa mengingat lagi segala bentuk pelanggaran-pelanggaran yang diperbuat. Kalau ada Yesus dalam hati kita, ada pengampunan dalam diri kita. Segala sesuatu dapat diselesaikan dengan pengampunan. Karena itu, mari kita membersihkan tubuh kita dari 'rasa tidak mau mengampuni'. Roh Kudus yang memampukan kita untuk bermurah hati mengampuni orang lain.

4. Rumah Tuhan adalah rumah mujizat

Inilah tahapan yang akan terjadi jika kita mau menjadi "rumah pengampunan". Mujizat demi mijizat akan terjadi karena ketika kita mau mengampuni orang yang bersalah, tidak ada halangan bagi Yesus untuk membuat mujizat dalam segala hal di hidup kita. Tidak hanya kesembuhan tubuh, tetapi jiwa yang remuk, sakit hati, itu semua akan Tuhan pulihkan.

5. Rumah Tuhan adalah rumah pujian

Setelah membersihkan hati dan pikiran, tidak lupa juga kita membersihkan perkataan. Sebagai rumah Tuhan, perkataan kita adalah pujian, baik itu pujian terhadap sesama manusia maupun terhadap Tuhan. Sungguh indah jika pujian kepada Tuhan juga dilakukan di setiap rumah, kompak bersama keluarga bersama-sama memuji Tuhan.

Jika Tuhan masuk dan tinggal dalam diri kita, maka akan ada pembersihan luar dan dalam terhadap segala sesuatu yang tidak berkenaan dengan sifat Allah sehingga tubuh kita dapat menjadi rumah Tuhan yan
Diterbitkan di: 30 Juli, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.