Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Filsafat>Contoh dan Pengertian Proposisi Logika

Contoh dan Pengertian Proposisi Logika

oleh: 3handoyo     Pengarang : Mundri
ª
 
Proposisi adalah bagian dari ilmu logika. Sedang logika adalah cara bernalar yang benar yang tak dapat dinilai kebenarannya tanpa lebih dahulu memiliki pengetahuan yang menjadi premisnya. Pernyataan pikiran manusia yang mengungkapkan keinginan, perintah, harapan, kekaguman, dsbya dalam bentuk kalimat positif atau negatif adalah objek dari logika.

Pengertian Proposisi Logika
Proposisi adalah pernyataan dalam bentuk kalimat yang dapt dinilai benar atau salahnya (Raymond J. Mc Call, Basic Logic, Barnes & Noble, NY, 1966). Proposisi merupakan unit terkecil dari pemikiran yang mengandung maksud sempurna. Ibarat sebuah buku, kita akan mendapati sebuah satuan pemikiran dari buku itu, kemudian lebih khusus lagi dalam tiap babnya, kemudian pada paragrafnya dan akhirnya pada unit yang tak dapat dibagi lagi yang disebut proposisi. Walau proposisi masih dapat diurai berupa kata, namun kata secara tunggal, tidaklah dapat lagi menggambarkan maksud atau sebuah pemikiran. Sedang semua pernyataan pikiran yang tidak dapat dinilai benar atau salahnya tidaklah dapat disebut sebagai proposisi. Contoh: Ambilkan aku segelas air, alangkah cantiknya mobil itu, saudara sekalian yang terhormat, dsbnya.

Contoh Proposisi Berdasar Jenisnya
Dalam logika, dikenal dua macam proposisi. Menurut sumbernya dikenal proposisi analitik dan sintetik yang diperkenalkan oleh Emanuel Kant.
1. Proposisi Analitik (a priori) adalah proposisi yang predikatnya memiliki pengertian yang sudah terkandung pada subyeknya. seperti: Durian adalah buah-buahan, kucing adalah hewan, Ibu adalah wanita. Dimana, kata durian, kucing dan Ibu pada contoh di atas tidak menghasilkan pengetahuan yang baru.

2. Proposisi Sintetik adalah proposisi yang predikatnya memiliki pengertian yang bukan menjadi keharusan bagi subyeknya. Seperti: Mangga itu manis, Gadis itu cantik, Bill Gates adalah milyuner. Dimana kata manis, cantik dan milyuner, pengertiannya belum terkandung pada subyeknya. Sehingga kata-kata itu memberikan pengetahuan yang baru. Proposisi sintetik adalah lukisan dari kenyataan empirik, maka kebenarannya diukur berdasarkan kesesuaiannya dengan kenyataan empirik. Proposisi ini juga disebut sebagai proposisi a posteriori.

Berdasar bentuknya terdapat tiga macam proposisi.
1. Proposisi kategorik, adalah proposisi yang mengandung pernyataan tanpa adanya syarat, seperti Johnny sedang sakit, anak-anak yang tinggal di asrama adalah mahasiswa, dsbnya.
2. Proposisi Hipotetik, yakni proposisi yang pernyataannya mengandung syarat. Contoh, Dimana ada gula disitu ada semut, bila permintaan bertambah maka harga akan naik.
3. Proposisi Disyungtif, adalah proposisi yang mengandung pernyataan jika tidak benar maka salah, pada proposisi ini kopulanya berupa ” jika” dan ”maka”, seperti : Jika bukan aku yang mati, maka dia yang mati, jika bukan karena hujan, maka Anna akan pergi ke sekolah. Dari situ jelas bahwa pada proposisi hipotetik kpulanya berupa sebab akibat, sedang pada proposisi disyungtif, kopulanya menghubungkan dua alternatif.

Sumber: Logika, Mundri, ed.1, Rajawalli press, 2009 dan berbagai sumber. Demikian contoh dan pengertian proposisi logika
Diterbitkan di: 13 Februari, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.