Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Filsafat>Pengertian Filsafat Hukum

Pengertian Filsafat Hukum

oleh: satriaapenaa    
ª
 
Filsafat Hukum Islam adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang penting untuk dipelajari. Filsafat hukum akan memulai tugasnya jika ilmu pengetahuan hukum berakhir, artinya dia tidak mampu lagi menjawab berbagai masalah. Dan yang menjadi objek pemikiran filsafat ini adalah semua masalah hukum. Keterkaitan pembahasan ilmu ini dengan pembahasan ilmu-ilmu lain yang searah seperti ilmu ushul fiqh, filsafat, hukum dan sebagainya, memang sangat jelas dan sangat diperlukan, dalam rangka saling melengkapi dan bahkan dalam keadaan tertentu sulit dibedakan mana filsafatnya dan mana pula ushul fiqhnya.
Dengan mempelajari hukum Islam dari segi falsafahnya, akan diketemukan rahasia-rahasia hukum Allah (Asrar ahkam al-syar’i) yang akan dapat memperkokoh keyakinan dan keimanan seseorang. Dalam berbagai tulisan tentang filsafat Hukum Islam banyak sekali ulama ushul (usuliyun) telah merangkum beberapa filosofi ketetapan hukum dalam Islam seperti al-Ghazali dalam al-Mustasfa membahas tentang Kuliyatul Khams (pokok-pokok ajaran yang lima), al-Syatibi dalam al-Muwafaqat mengkaji masalah maqasid al-syariah (tujuan Hukum Islam), Ibn Hazm di dalam al-Ihkam membahas tentang logika Hukum Islam tentang teori al-dalil dan sebagainya.
Dalam merumuskan hukum Islam, Rasyid Ridha menggunakan metode-metode dengan perjenjangan dari atas ke bawah. Kalau tidak ditemukan dalil dari Al-Qur’an maka dicari dalam hadis, kalau tidak ada dalam hadis beliau menggunakan akal begitu seterusnya. Hal tersebut serupa dengan pendapat Hans Kelsen dalam teorinya yang terkenal dengan nama stufen theorie yang mengatakan bahwa dasar berlakunya dan legalitet suatu peraturan terletak pada suatu peraturan yang lebih tinggi. Seperti misalnya dasar berlakunya suatu peraturan pemerintah adalah undang-undang yang kedudukannya lebih tinggi (undang-undang dalam arti kata formal) dan dasar berlakunya undang-undang tersebut adalah undang-undang dasar
Diterbitkan di: 07 Agustus, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.