Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Filsafat>Pengertian Filsafat Hukum Islam

Pengertian Filsafat Hukum Islam

oleh: satriaapenaa     Pengarang : Ado
ª
 
Pengertian
Arti filsafat:
- Cinta kebijaksanaan (lebih suka/keinginan kepada kebijaksanaan)
- Berfikir dengan insaf, yaitu berfikir dengan teliti dan menurut suatu aturan yang pasti.

Arti Hikmah:
hikmah aadalah mencari kesempurnaan diri manusia.

Objek dan Ruang lingkup
- Ontologi (hakekat dan konsep hukum Islam)
-Efistemologi ( sumber dan cara memperoleh Hukum Islam)
- Aksiologi (nilai, tujuan dan penerapan hukum islam)

Kegunaan Filsafat Hukum Islam
- Membuktikan hukum berasal dari prinsip-prinsip yang dapat diterima oleh akal, hingga dapat dilaksanakan.
- Dalam kaitan antara kebutuhan, kemapanan, perubahan.

Hubungan filsafat hukum islam dengan ilmu lain
Teori kebenaran.
Apa yang dimaksud dengan kebenaran?
1. Teori korespodensi: kebenaran adalah kesesuaian antara data dan fakta.
2. Teori koherensi: Kebenaran ditegakkan atas hubungan keputusan baruy dengan keputusan yang telah diketahui kebenarannya terlebih dahulu (benar sesuatu itu apabila berhubungan dengan kebenaran yang telah ada.
3. Teori pragmatis: kebenaran dinyatakan apabila ada manfaat, faedah.

Prinsip-prinsip Hukum Islam
1. Tidak memberatkan
hukum islam senantiasa memberikan kemudahan dan menjauhkan kesulitan, semua hukumnya dapat dilaksanakan oleh manusia. Karena itu dikenal dengan istilah rukhsoh, ada juga dorurah yang berlaku saat keterpaksaan. Al-baqoroh : 286 laa yukallifullohu nafsan .......

2. Menyedikitkan beban
Nabi melarang para sahabat memperbanyak pertanyaan hukum yang belum ada yang nantinya akan memberatkan mereka. QS. 4:28 yuridulloha an yukhoffifa ankum .......

3. Ditetapkan secara bertahap
QS. 2:219 yasalunaka 'anil khomri wal maisir ........
ini menandakan bahwa manusia tidak bisa keluar dari adat dan kebiasaan secara sekaligus, namun bertahap.

4. Memperhatikan kemashlahatan manusia
Hubungan manusia merupakan manifestasi dari hubungan dengan kholiknya. Dalam penetapan hukum senantiasa didasarkan pada 3 sendi pokok:
- Hukum ditetapkan setelah manusia butuh hukum-hukum itu
- Hukum-hukum ditetapkan oleh penguasa
- Hukum-hukum ditetapkan menurut kadar kebutuhan masyarakat.

5. Mewujudkan keadilan yang merata
Semua orang sama menurut syari'at, penguasa tidak terlindung dengan kekuasaanya ketika ia berbuat dzalim.
QS. 5:8 walaa yajrimannakum sana-aanu qoumin 'alaa ta'diluu ........
Diterbitkan di: 07 Agustus, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.