Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Filsafat>Pengertian Filsafat Hukum Islam

Pengertian Filsafat Hukum Islam

oleh: satriaapenaa     Pengarang : ahmul
ª
 
ecara garis besar Hukum Islam terbagi kepada, pertama , Fiqh ibadat meliputi aturan tentang Shalat, puasa, haji, nazar, dan sebagainya yang bertujuan untuk mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Ketentuan hukum ibadat ini , semula diatur secara global (Mujmal) dalam al-qur’an, kemudian dijelaskan oleh sunnah Rasul- berupa ucapan ,perbuatan atau penetapannya- dan di formulasikan oleh fuqaha ‘ (ahli hukum) kedalam kitab-kitab fiqih. Pada prinsipnyan dalam masalah ibadat, kaum muslimin menerimanya ta’abbudy, artinya diterima dan dilaksanakan dengan sepeuh hati , tanpa terlebih dahulu merasionalisasikannya. Hal ini karena arti ibadah sendiri adalah menghambakan diri kepada Allah. Zat yang berhak di sembah . dan manusia tidak memeliki untuk menagkap secar pasti alasan (illat) dan hikmah apa yang terdapat didalam perintah ibadat tersebut. ini berbeda dengan fiqih muamalah, seperti yang akan di jelaskan kemudian , pertimbangan rasio lebih menonjol. Kedua fiqih muamalat mengatur hubungan antara manusia denagn semuanya, seperti perikatan, sanksi hukum dan aturan lain, agar terwujud ketertiban dan keadilan, baik ecara perorangan maupun kemasyarakatan. Fiqih muamalat ini sesuai dengan aspek dan tujuan masing-masing.
Istilah “Hukum Islam” merupakan istilah khas Indonesia, sebagai terjemahan al-fiqh al-islamy atau dalam konteks tertentu dari al-syari’ah al- islamy. Istilah ini dalam wacana ahli hukum barat digunakan Islamic Law. Dalam al-qur’an maupun al-sunnah, istilah al-hukm al-islam tidak dijumapai. Yang digunakan adalah kata syariat yang dalam penjabarnnya. Kemudian lahir istilah Fiqh. Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai pengertian syariah dan fiqh.

Kata syari’ah dan derivasinya di gunakan lima kali dalam al-qur’an yakni (surat al-syura,42 :13,21. al-A’raf,7 :163, al- Maidah ,5 :48, dan al-Jasiyah,45 :18)

Secara harfiah syari’ah artinya jalan ke tem[at mata air, atau tempat yang dilalui air sungai. Penggunaannya dalam al-qur’an di artikan sebagai jalan yang jelas yang membawa kemenangan. Dalam terminologi ulama Usul al-fiqh, syariah adalah titah (khitab) Allah berhubungan dengan perbuatan mukallaf (muslim,balig,dan berakal sehat), baik berupa tuntutan,pilihan,atau perantara (sebab, syarat,atau penghalang)
Diterbitkan di: 07 Agustus, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.