Tiga Tingkatan Manusia
Manusia diciptakan Allah membawa karakter dan pembawaannya
masing-masing. Masing-masing dari kita mempunyai tempat / maqam dalam
kehidupannya sesuai ilmu yang dipelajari baik dari buku maupun dari pengalamannya.
Manusia dapat digolongkan ke dalam tiga kategori menurut sifat
kebendaannya. Kategori pertama adalah manusia yang tidak sadar. Manusia dalam
kategori ini hidup pada maqam sifat-sifat kebendaan dan hanya memikirkan makan,
minum dan aktifitas seksual. Jenis manusia ini disebut manusia primitif atau
manusia yang tidak memiliki peradaban.
Kategori kedua adalah manusia dengan kesadaran diri. Pada kategori ini, manusia hidup pada
maqam nafs dan menikmati semua karakter diatas, makan, minum dan aktifitas
seksual, disertai dengan ambisi, sikap mementingkan diri sendiri dan keinginan
untuk mencari kekuasaan yang semuanya bermuara dari cinta diri sendiri dan
keakuan diri. Jenis manusia ini disebut manusia yang berkepribadian.
Kategori ketiga adalah manusia dengan kesadaran hati. Manusia dengan kesadaran hati adalah
mereka yang berada pada tingkat perkembangan hati yang terbebas dari egonya.
Mereka adalah orang-orang pilihan, yang memiliki hati dan telah lewat dari
kesadaran akal sampai ke pandangan hakikat benda-benda.
Bila berbicara tentang sejarahnya, orang bisa saja menyamakan ketiga
kategori diatas menjadi zaman kehidupan manusia yang berurutan. Dalam hal ini,
zaman sekarang dapat digambarkan sebagai zaman kesadaran diri. Untuk masuk ke
kesadaran hati dan membangun surga yang dijanjikan di dunia membutuhkan waktu
yang lama dan membutuhkan hidayah dari Allah. Masuk kategori manusia yang
bagaimanakah kita ?