Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Filsafat>Ciri-ciri berfikir Filsafat

Ciri-ciri berfikir Filsafat

oleh: Pamoengkas     Pengarang : Al-Muthahhiri. DKK
ª
 
  • Cukup banyak orang yang berbeda pendapat dalam hal pendefenisian filsafat, ada yang mengatakan cinta kebijaksanaan karena melihat dari segi bahasa, filio artinya cinta dan shofia artinya kebijaksanaan jadi jika digabungkan akan menjadi filsafat, yang artinya cinta kebijaksanaan. ada pula yang mengatakan Filsafat itu adalah the mother of saince (ibu dari segala ilmu), pendapat ini mengacu kepada segala sesuatu itu berdasarkan dari apa yang kita pikirkan.

    Suatu ilmu tidak akan mungkin muncul tanpa adanya pemikiran dan pemikiran tersebut adalah filsafat. Disamping itu juga peran filsafat dalam keilmuan juga sangat kompleks, untuk menjadikan suatu keilmuan yang utuh dibutuhkan analisa dan pemikiran yang mendalam terkait objek yang dikaji sehingga menjadi keilmuan tersendiri dan putus dari filsafat, tapi sebelumnya juga harus memenuhi syarat-syarat keilmiahan dan syarat-syarat keilmiahan pun munculnya dari filsafat.

    Agar kita tidak salah dalam pendefinisian pemikiran filsafat dan seperti apa filsafat maka perlu kita perlu mengetahui bagaimana cara berfikir filsafat, sebab ada anggapan bahwa cara berfikir adalah filsafat, jika seperti itu anak kecil juga berfilsafat? Ketika anak kecil juga berfilsafat berarti pemahaman kita terkait filsafat masih belum tepat. Untuk itu kita pahami terlebih dahulu kriteria berfikir filsafat. Ada Lima komponen global dari cara berfikir filsafat : Radikal, Sistematis, kritis, bebas, dan universal. Dari kelima elemen ini kita akan mengetahui apakah pemikiran dan apa yang kita pikirakan sudah termasuk berfilsafat atau belum? Jika pemikiran kita belum bisa memenuhi kelima elemen tersebut berarti apa yang kita pikirkan masih sebatas wacana dan pengalaman.

    1. berfikir radikal. Artinya berfikir sampai keakar-akarnya. Radikal berasal dari kata Yunani “radix” yang berarti akar.Dengan demikian berfikir secara radikal adalah berfikir sampai ke akar akarnya dan Berfikir sampai ke hakekat, esensi atau sampai ke substansi yang dipikirkan.
    2. berfikir sistematis. Sistematis adalah berfikir dalam suatu keterkaitan antar unsur-unsur dalam suatu keseluruhan sehingga tersusun suatu pola pemikiran Filsufis. Sistematis juga bisa diartikan adanya hubungan fungsional antara unsur-unsur untuk mencapai tujuan tertentu.
    3. berfikir kritis. Berpikir yang ditampilkan dalam berpikir kritis sangat tertib dan sistematis. Ketertiban berpikir dalam berpikir kritis diungkapkan MCC General Education Iniatives.
    4. berfikir bebas. Berfikir secara bebas.Bebas dari prasangka-prasangka sosial, historis, kultural ataupun religius.Berfikir dengan bebas itu bukan berarti sembarangan, sesuka hati, atauanarkhi.sebaliknya bahwa berfikir bebas adalah berfikir secara terikat Akan tetapi ikatan itu berasal dari dalam, dari kaidah-kaidah, dari disiplin fikiran itu sendiri Dengan demikian pikiran dari luar sangat bebas, namun dari dalam sangatlah terikat.
    5. berfikir universal.erfikir secara kefilsafatan dicirikan secara universal (umum) dalam artian Berfikir secara universal adalah berfikir tentang hal serta proses yang bersifat umum, dalam arti tidak memikirkan sesuatu yang parsial.
  • Diterbitkan di: 06 Februari, 2012   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana cirinya orang yang berfikir filosofis? Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    ciri berfikir filsafat pendidikan yang logis kok ngak ada? Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    seberapa penting filsafat bagi ilmu pengetahuan Lihat semua
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    1. 2. m khusnul khuluq

      tentang ringkasan

      saya kira wacana filsafat yang nggak realistis tidak realistis tidak akan membawa perubahan apapun kok- dan saya mohon maaf kalo perkataan saya di rasa kurang enak

      0 Nilai 14 Februari 2012
    2. 1. m khusnul khuluq

      ana

      sampai dimana filsafat dapat menyelesaikan masalah negara?

      0 Nilai 14 Februari 2012
    X

    .