Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Filsafat>Kimcil - KIMCIL IN OUR SCENE

Kimcil - KIMCIL IN OUR SCENE

oleh: dEfiaNtLad    
ª
 
Kimcil..Kimcil.. Emang KIMCIL apaan sih? Banyak definisinya, dan
terserah Anda mendefinisikannya bagaimana. It seems that it's been a
trend lately in our scene. Dari sekian banyak definisi kimcil (Kimpol
cilik, kecil-imut-lebay, kecil-imut-mungil, hingga kimpet cilik), kita
bisa tahu bahwa kimcil itu pasti cewek ABG usia SMP/SMA yang centil
gitu lah. Nah, yang lebih menggelikan lagi, banyak orang di scene
indie/UG kita yang mengidentikkan kimcil dengan para poser chicks
(cewek poser) yang memang kebanyakan (atau semua, mungkin?) adalah ABG
labil yang pengen eksis, tak mau dibilang alay, dengan style sok
metal/ sok punk/ sok hardcore dan menjadi sosok groupies sebuah band
tertentu (yang menurut mereka keren dan memiliki personil yang cakep
ala standar mereka) tanpa memahami apa yang sebenarnya mereka jalani
di jalur ini.

Memang kalau dilihat dengan seksama, akhir-akhir ini banyak cewek ABG
yang membanjiri scene-scene indie/UG, terutama mereka nimbrung di
genre yang sedang musim. Namun, bukannya membicarakan tentang
movement, mereka justru membicarakan tentang style (harga ini,itu,anu,
cowok-cowok keren, fashion, accessories, or whatever shit like that).

Kembali ke konteks, denger-denger sih istilah kimcil ini based from
Dolly stories untuk menyebut "fresh girl" dagangan baru, alias perek,
alias pelacur, alias cewek panggilan yang baru. Lah...Lah... Apakah
kalian menganggap kimcil-kimcil di scene kita ini sama rendahnya
dengan kimcil penjaja diri di lokalisasi? Hey, hey. Mereka itu masih
muda, masih punya jalan yang panjang. Singkatnya, gua keberatan. Ini
namanya merendahkan martabat wanita, woy. Katakanlah mereka memang
poser, tapi apa mereka sebegitu rendahnya di mata kalian?
Kalau misalkan, yah, misalkan saja ada "pembelaan diri" dari kalian
wahai penyebut kata kimcil, bahwa itu hanyalah istilah biasa tanpa
bermaksud menyinggung, menghina, merendahkan, atau mengejek gender
tertentu, bahkan gua pribadi nih yang terlalu paranoid dan memandang
kata kimcil itu negatif, lalu apa ada yang bisa meluruskan makna
kimcil? Mengingat masih banyak kata lain yang bisa dipakai selain kata
itu, why not? Hey, kalau poser ya katakan saja poser (kaya lirik lagu
Marjinal aja. Hohoho...).

Satu hal lagi, kalau memang istilah ini bisa diterima dan dipakai
untuk menyebut poserhead cewek, lalu apa istilah untuk poserhead
cowok? Koncil? Hahahah... Dengan adanya istilah ini, semakin kelihatan
kan kalau eksistensi wanita di scene tetep dipandang cuma sebagai
objek, sebagai barang.

Gals, pesan buat kalian. Kalau memang kalian merasa tak layak disebut
poser, buktikan eksistensi kalian, karene ini bukan ajang hura-hura
semata, atau sebagai bagian dari trend. Bahkan movement ini bukan
untuk mengedepankan kebebasan. Bahwa sesungguhnya kebebasan tanpa
batas ini hanyalah suatu bentuk penindasan terhadap kebebasan orang
lain. Kita tahu batasan, dan batasannya adalah self control. Buktikan
bahwa kalian bukan cewek murahan ataupun poser yang cuma ngikutin
trend karena gak mau dibilang ALAY! This isn't a trend, this is OUR
LIFE!

Last but not least, jangan ragu tampil sebagai dirimu sendiri karena
kita gak ada keharusan untuk memiliki style seperti apa, karena indie
itu bukan dari cover, tapi yang paling penting dari jiwa kita. That's
just my fucking argument, tanpa maksud menggurui atau mendikte. Akhir
kata, mmmuaachhh... :*
Diterbitkan di: 22 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.