Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Filsafat>Hubungan Antara Ilmu, Filsafat dan Agama

Hubungan Antara Ilmu, Filsafat dan Agama

oleh: faqod     Pengarang : Havid Oky Pramajaya
ª
 
Hubungan Antara Ilmu, Filsafat dan Agama
Ilmu, filsafat serta agama mempunyai hubungan yang kuat terkait pada manusia,
karena ke tiga tersebut adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan pada manusia, yakni ketiga
tersebut ada potensinya pada manusia yaitu, akal, rasa dan keyakinan. Sehingga dengan
ketiga tersebut manusia dapat merasakan dan meraih sesuatu kepuasan dari hidupnya yakni
kebahagiaan dan tujuannya. lmu mendasar pada akal, filsafat mendasar pada otoritas akal
murni secara radikal pada kenyataan dan agama mendasar pada wahyu.
Prof. Nasroen, S.H., menerangkan bahwa filsafat yang sejati haruslah berdasar pada
agama karena filsapat terkandung dalam agama. Bila filsafat tidak terkandung pada agama
maka filsafat itu akan memuat kebenaran objektif karena segala sesuatunya dengan pikiran
akal. Sedangkan kemampuan akal itu terbatas, dan tidak mungkin untuk menerima pada halhal
yang gaib.
Sebagaian ada yang menyatakan bahwa hubungan ilmu, filsafat dan agama adalah:
a. Filsafat dan Ilmu Pengetahuan. Ilmu Sejarah telah dapat membuktikan tentang
pengungkapan ilmiah manusia yang sangat menonjol di dunia adalah di zaman Yunani Kuno
(abad IV dan V S.M).Bangsa Yunani ditakdirkan Allah sebagai manusia yang mempunyai
akal jernih. Bagi mereka ilmu itu adalah suatu keterangan rasional tentang sebab-sebab dari
segala sesuatu didunia ini. Dunia adalah kosmos yang teratur dengan aturan kausalitas yang
bersifat rasional. Demikianlah tiga dasar yang menguasai ilmu orang Yunani pada waktu itu,
yaitu: Kosmos, Kausalitas dan Rasional.
Pada hakikatnya kelahiran cara berfikir ilmiah itu merupakan suatu revolusi besar
dalam dunia ilmu pengetahuan, karena sebelum itu manusia lebih banyak berpikir menurut
gagasan-gagasan magi dan mitologi yang bersifat gaib dan tidak rasional. Dengan berilmu
dan berfilsafat manusia ingin mencari hakikat kebenaran daripada segala sesuatu Dalam
berkelana mencari pengetahuan dan kebenaran itu menusia pada akhirnya tiba pada
kebenaran yang absolut atau yang mutlak yaitu ‘Causa Prima’ daripada segala yang ada yaitu
Allah Maha Pencipta, Maha Besar, dan mengetahui. Oleh karena itu kita setuju apabila
disebutkan bahwa manusia itu adalah mahluk pencari kebenaran. Di dalam mencari
kebenaran itu manusia selalu bertanya. Dalam kenyataannya makin banyak manusia makin
banyaklah pertanyaan yang timbul. Manusia ingin mengetahui perihal asal mula dan
tujuannya, perihal kebebasannya dan kemungkinan-kemungkinannya.Dengan sikap yang
demikian itu manusia sudah menghasilkan pengetahuan yang luas sekali yang secara
sistematis dan metodis telah dikelompokan kedalam berbagai disiplin keilmuwan. Namun
demikian karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka sejumlah besar pertanyaan
tetap relevan dan aktual seperti yang muncul pada ribuan tahun yang lalu, yang tidak
terjawab oleh Ilmu pengetahuan seperti antara lain: tentang asal mula dan tujuan manusia,
tentang hidup dan mati, tentang hakikat manusia sebagainya. Ketidakmampuan Ilmu
pengetahuan dalam menjawab sejumlah pertanyaan itu, maka Filasafat tempat menampung
dan mengelolahnya. Filsafat adalah ilmu yang tanpa batas, tidak hanya menyelidiki salah satu
bagian dari kenyataan saja, tetapi segala apa yang menarik perhatian manusia.
Diterbitkan di: 23 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    hubungan ilmu kimia dengan seni ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    4 kriteria sains menawarkan solusi..jelaskan ya mas tolong.. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    hubungan ilmu kimia dengan agama Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.