Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Filsafat>Teori korespondensi (correspondence theory of truth)

Teori korespondensi (correspondence theory of truth)

oleh: RizqiLancar     Pengarang: Drs. Kuntjojo; M.Pd
ª
 

Teori ini dikembangkan oleh Bertrand Russel (1872-1970).
Menurut teori korespondensi, suatu pernyataan dapat dianggap
benar bila materi pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan
tersebut berkorespondensi (berhubungan) dengan objek yang
dituju oleh pernyataan tersebut. Pernyataan bahwa si A sedang
mengalami depresi berat dapat dipandang sebagai pernyataan
yang benar bila secara faktual memang si A sedang mengalami
depresi berat.
Teori korespondensi dijadikan dasar dalam pengembangan
ilmu-ilmu empiris. Ilmu-ilmu empiris memperoleh bahan-bahannya
melalui pengalaman. Tetapi pengalaman atau empiria ilmiah
sesungguhnya lebih dari sekadar pengalaman sehari-hari serta
hasil tangkapan inderawi, cara ilmiah untuk menangkap sesuatu
harus dipelajari terlebih dahulu dan untuk sebagian besar
tergantung pada pendidikan ilmiah yang harus ditempuh oleh
peneliti (Beerling at al, 1996 : 53).
Diterbitkan di: 05 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.