Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Filsafat>Mengapa Belajar Teori Hukum (Legal Theory)

Mengapa Belajar Teori Hukum (Legal Theory)

oleh: RizqiLancar     Pengarang : erman rajagukguk
ª
 
khirnya mengapa kita perlu belajar teori hukum? Apakah teori hukum dapat
membantu atau berguna bagi sarjana hukum yang berpraktek sehari-hari. Banyak orang
bertanya apa gunanya mempelajari teori hukum, apa hubungan teori hukum dan hukum,
apa perbedaan teori hukum, filsafat hukum dan ilmu hukum? Pertanyaan-pertanyaan
tersebut amat relevan manakala masyarakat disibukkan dengan perbedaan paham dan
perbedaan persepsi mengenai bagaimana sebaiknya sistem hukum itu berjalan; sistem
hukum yang memiliki tiga unsur : substansi, organ, dan budaya hukum.
Apakah teori hukum dapat menjawab bagaimana mengatasi adanya peraturan
perundang-undangan yang saling bertentangan secara sederajat atau yang dibawah bertentangan dengan yang lebih tinggi. Bagaimana mengatasi masalah manakala sesuatu
perbuatan tidak diatur dalam undang-undang.
Seorang sarjana hukum yang mengetahui teori hukum akan memiliki
perlengkapan yang lebih baik dari pada mereka yang tidak mengetahuinya. Belajar teori
hukum membawa anda keruang dimana hukum tidak sekedar undang-undang, hukum
lebih dari pada undang-undang. Belajar teori hukum anda memasuki ruang hukum, yang
membuat anda mampu melahirkan argumen, kontra argumen, dengan lebih percaya diri.
Dengan mempelajari Teori Hukum (Legal Theory), kita mampu menyatakan diri
sebagai Sarjana Hukum. Berbeda dengan seseorang yang mengetahui hukum tetapi
hanya sebagai bahan hafalan. Mempelajari Teori Hukum (Legal Theory) berarti
mempelajari hukum dari dalam dan hal-hal lain yang melampaui batas-batas hukum.
Praktisi yang memiliki pengetahuan Teori Hukum (Legal Theory) akan mampu
membangun argumen dan sanggahan dengan penuh percaya diri dan sebagian besar
akan sukses.
Dalam dunia akademis, mempelajari Teori Hukum (Legal Theory) berguna
untuk mempergunakannya sebagai pisau analisa terhadap data yang dikumpulkan
dalam rangka penulisan suatu disertasi atau tesis. Penulisnya memilih dari berbagai teori
atau sistem berfikir daripada membangun sendiri atau mencoba sendiri bagian-bagian
dari suatu teori, misalnya dapat diketemukan dalam literatur mengenai rehabilitasi
pelaku kejahatan, di mana berbagai teori dalam Criminal Justice, hukuman, dan
moralitas saling berhubungan. Untuk pengertian yang sederhana, teori itu dapat
dikatakan sebagai prinsip-prinsip umum atau seperangkat prinsip yang secara keilmuan
dapat diterima dan menawarkan penjelasan tentang suatu gejala. Teori menjelaskan
tentang hubungan antara fakta-fakta, misalnya teori berusaha menjelaskan hubungan
antara kondisi ekonomi dan keinginan pembeli atau antara kondisi rumah tangga dan
tingkah laku kekerasan terhadap anak. Teori dapat merupakan kerangka untuk
melahirkan hipotesis atau pertanyaan-pertanyaan atau masalah-masalah. Selanjutnya
teori mengarahkan prosedur penelitian, tujuan penelitian, dan pengumpulan data.
Umpamanya, jika kita ingin mengajukan proposal tentang studi mengeni akibat dari
undang-undang disiplin narapidana yang baru, kita harus mampu mengatakan mengapa
dari sudut teori kita berpikir bahwa undang-undang itu lebih baik. Dalam pengertian
yang umum, setiap proposal disertasi atau tesis harus berdasarkan suatu teori.
Diterbitkan di: 26 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Bandingkan antara aliran legal positivistic dan aliran hukum alam, sertakan faktanya dalam masyarakat Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Dalam Legal research,Teori Hukum dapat diaplikasikan oleh peneliti, buatlah uraian singkat yang menunjukkan hal tersebut Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Antara Teori Hukum dan Filsafat Hukum terdapat kaitan walaupun lingkupnya berbeda,kupaslah dalam bukti Konkrit Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Mengkonkritisasi hukum nampaknya lebih disukai para ahli hukum, analisislah mengapa demikian Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Teori Hukum merupakan meta teori dari Ilmu Hukum, berikan analisanya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    p4. Sebagian praktisi Hukum kerapkali mengabaikan Teori Hukum kupaslah dampaknya dengan menunjuk pada kasus nyata dalam masyarakat Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.