Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Padamu Negeri

oleh: deckyzo     Pengarang : myson
ª
 
Padamu Negeri
Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami.
Ciptaan : Kusbini


Dan... marilah kita mengejawantahkan tentang apa yang menjadi inspirasi dari bait syair lagu tersebut sehingga terasa menyentuh nurani kita sebagai anak bangsa.
Padamu negeri kami berjanji : Seharusnya sebagai generasi penurus bangsa ini patut mensyukuri atas kemerdekaan yang telah diraih dengan pengorbanan yang tak ternilai.
Perjalanan mencapai sebuah kemerdekaan tidak semudah membalik telapak tangan, sangat berbeda dengan rengekan anak kecil yang minta jajan kepada ibu bapaknya sehingga nilai emosional maupun aspek historisnya tidak menyentuh.
Sangat ironis dengan fakta yang terjadi terutama kasus yang terjadi dan dilakukan oleh pengelola atau oknum penyelengara negara, bukakah mereka pernah disumpah sewaktu akan menjadi pejabat ? Lalu sumpah apa kepada siapa isi sumpah jabatan tersebut ?
Atau barakangkali atas dasar keyakinan yang diyakini dengan tidak yakin ?
Mungkin juga terlalu silau dengan fasilitas hingga menjadi harus materi dan tak bisa melihat anak tetangga yang mengalami gizi buruk ?

Padamu negeri kami berbakti : Baktiku untukmu negriku Anda melihatnya seperti apa ? Ah... kita semua tahu jargon tersebut hanya ada saat masa-masa kampanye parpol, pilkada, dsb...
" Bakti saya tidak ada. kecuali masuk pagi pulang sore, sebagai pegawai negeri golongan rendah yang secara jelas tidak akan bisa membuat action atau kebijakan publik yang bisa mensejahterakan rakyat, untuk hidup sehari-hari saja sudah pas-pasan, bagaimana bisa mensejahterakan orang laen ? "
atau seperti obrolan saat hujan sore hari " Kapan negeri ini maju ?, kapan rumahku bebas dari banjir tahunan ? Mengapa masih banyak orang miskin atau memiskin-kan diri ? dll
Definisi Berbakti kepada negeri adalah memberikan sesuatu barang/jasa tanpa pamrih ( tidak berharap suap, fee atau gratifikasi ) untuk memaslahatan umum( bukan parpol, jabatan ), kemajuan negara ( bukan kemakmuran dinasty ).
Lalu bagaimana dengan pahlawan tanpa tanda jasa ? itukan dulu sekarang udeh laen, kita da pade kaya ..
Semoga anda bingung.... sebab kalau kita berbicara topik yang ini sangat luar biasa.... kadang bikin stress.

Para patriot dulu mempunyai motivasi yang kuat mendarma baktikan seluruh jiwa raga oleh satu tujuan " merdeka " dan tercapailah sebuah kebebasan seperti saat ini, hanya saja realitas terkini kebebasan sudah salah arah.
Bakti kita untuk negeri ini sangat terbuka luas, negara ini belum maju dan perjuangan menuju kemerdekaan baru juga harus dimulai. Musuh kita bukan penjajah atau kompeni, musuh bangsa kita hanya dua macam yaitu kebodohan dan kemiskinan.
Masyarakat pintar dijamin pasti tidak akan miskin tetapi masyarakat bodoh dijamin tidak akan kemana-mana alias diam dan hanya menunggu belas kasihan orang yang lewat.
Ha ha ha .... itupun kalo ada jalan raya ....

Berbakti dan mengabdi identik dengan bakti terhadap orang tua, Bagaimana sikap kita terhadap ibu kita. sangat terpuji bila sang anak dapat memberikan kebanggaan hingga nama besar kelurga terangkat menjadi keluarga terhormat.
Bukankah kita senang melihat orang tua bahagia ?
Adakah yang berniat menelatarkan orangtua ? kalaupun ada pasti orang itu sudah gila.
Mengabdi menjadi anak negeri sebagai seorang rakyat biasa sangat berbeda dengan pengabdian diri seorang pejabat. sebab mereka yang mempunyai hak dan wewenang melalui jabatannya dan membuat suatu kebijakan yang menunjukan kapasitas penyelengara atau pengelola bidangnya.
Bila rakyat jelata saja rela mati ( jiwa dan raga ) untuk merdeka, mengapa banyak oknum terpaksa mati sia-sia hanya memperjuang bukan hal yang positip ? ada apa dengan moralnya ?
Seperti itukah ?

Sebab perjuangan kita belum selesai saudaraku...marikita " Belajar hidup dengan logika yang benar
memberikan sesuatu yang berarti bagi negeri ini walau hanya sedikit, dan jangan mengharap se-sen pun kecuali dari hasil keringat kita..."
Mencerdaskan bangsa di awali dengan diri sendiri, keluarga, tetangga ... bila semua pintar maka bisa jadi negeri terbesar menjadi cepat terlaksana.....Semoga n good luck
Diterbitkan di: 27 Februari, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.