Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Filsafat>Strategi pembelajaran Berbasis Kompetensi

Strategi pembelajaran Berbasis Kompetensi

oleh: Triyono     Pengarang: Drs. H. Martinis Yamin; M.Pd.
ª
 
Tujuan Pengajaran menurut Mager adalah menitik beratkan pada perilaku siswa atau perbuatan (performance) sebagai suatu jenis out put yang terdapat pada siswa dan teramati serta menunjukkan bahwa siswa tersebut telah melaksanakan kegiatan belajar.
Tugas utama pengajar adalah mendidik dan membimbing siswa untuk belajar dan mengembangkan dirinya.
Strategi kognitif, adalah kemampuan inetrnal untuk berfikir
Metode-metode instruktional :
1. Ceramah (Iecture)
2. Demonstrasi dan Eksperimen
3. Tanya Jawab
4. Penampilan
5. Diskusi
6. Studi Mandiri
7. Pembelajarn terprogram
8. Latihan Bersama teman
9. Simulasi
10. Pemecahan Masalah
11. Studi Kasus
12. Insiden
13. Praktikum
14. Proyek
15. Bermain Peran
16. Simposium
17. Tutorial
18. Deduktif
19. Induktif
20. Seminar
Jenis Motivasi ;
1. Belajar melalui Model
2. Belajar Bermakna
3. Melakukan interaksi
4. Penyajian yang menarik
5. Temu tokoh
6. Mengulangi kesimpulan materi
7. Belajar Kognitif
Macam Pendekatan Belajar ;
1. Belajar Responden
2. Belajar operant
3. Belajar Observasional
4. Belajar kontiguitas
5. Belajar Kognitif
Memanfaatkan Peta Konsep
1. Bentuk Konsep
2. Ciri-ciri Peta konsep
Strategi Penerapan Standar Kompetensi
Pengertian Kompetensi adalah kemampuan dasar yang dapat dilakukan oleh para siswa pada tahap pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Kompetensi merupakan target sasaran, standar taksonomi Bloom dan Gagne, dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa penekanannya adalah pada tingkat : Cognitif/pemahaman, pengetahuan/knowlwdge, pemahaman/comprehension, penerapan/aplication, analisis/analysis, sintesis/synthesis, dan evaluasi/evaluation.
Landasan hukum penerapan Kurikulum Bebasis Kompetensi:
1. GBHN tahun 1999
2. Undang-undang Nomor 22 tahun1999 pasal 4
3. Undang-undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan nasional)
Dalam Undang-undang Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 Bab II pasal 2
"Pendidikan Nasional Berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa , bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis*(f) serta bertanggungjawab.
Pengembangan kurikulum berdasarkan aspek-aspek berikut :
1. Diversifikasi Kurikulum
2. Kompetensi Standar
3. Kurikulum berbasis Kompetensi
4. Empat Pilar Pendidikan Kesejagadan
5. Partisipasi masyarakat
6. Manajeman Berbasis Sekolah
Sembilan Kompetensi bersifat sinergis
1. Manusia Makhluk Tuhan
2. Menggunakan bahasa
3. Menerapkan Teknologi Informasi
4. Memahami dan menghargai Peserta Didik
5. Memilih, memadukan, dan menerapkan konsep-konsep numerik dan spesial, mencari dan menyusun pola , struktur, dan hubungan
6. Memahami kontek
7. Berpartisipasi
8. Menunjukkan Kemampuan berfikir
9. Menunjukkan Motivasi
Pengorganisasian Materi
1. kompetensi Dasar
2. materi pokok
3. indikator

Diterbitkan di: 25 Februari, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.