Sampai kapan...kau akan menungguku Sampai beruban...dan waktu terus berlalu Hei...! Hei...! Tidakkah kau bosan menyanyikan
keluhan Hei...! Hei...! Mengharap belas kasih atas mental pengangguran Pasti ada cara untuk mencari uang Pasti ada cara untuk bersenang-senang Badai pasti datang kita tak akan menang Mengapa harus bimbang? Hei...! Hei...! Hei...! Kita orang
pintar dengan otak bersinar Hanya perlu semangat untuk hidupi rakyat Kita orang pintar dengan otak bersinar Perlu lagu
perang untuk membungkam setan (Setan, setan, setan, setan, setan, setan, setan, setan) Kamu berdendang lagu putus cinta Mencari harapan kembali dengannya Kamu kumandangkan syair keluguan Mengharap keadilan di muka dunia Keluguan menjerumuskan Melukai teman tanpa kesadaran Dan keluguan menjerumuskan, melukai teman Ikatkan diri pada kesengsaraan Sampai kapan kau akan terus menunggu Mendengar buaian lagu-lagu merindu Dari seorang biduan yang punya banyak pasangan Dari seorang pahlawan yang menambah garis kemiskinan Dari seorang sastrawan yang menulis sejarah kebohongan Dari seorang bersinar hitam yang mengaku dirinya Tuhan Pasti ada cara untuk mencari uang Pasti ada cara untuk bersenang-senang Badai pasti datang kita tak akan menang Mengapa harus bimbang? Hei...! Hei...! Hei...! Kita orang pintar dengan otak bersinar Hanya perlu semangat untuk hidupi rakyat Kita orang pintar dengan otak bersinar Nyanyikan lagu perang Hei! Hei! Hei!Kita bukan penguasa Kita rakyat jelata bekerja dan berdoa Hei! Hei! Hei! Kita bukan penguasa Kita rakyat jelata bekerja dan berdoa Hei! Hei! Hei! Kita bangsa yang besar Berdirilah yang tegar, berdirilah yang tegar Hei! Hei! Hei! Kita bangsa yang besar Berdirilah yang tegar, berdirilah yang tegar Hei! Hei! Hei! Heeiiiii…!