• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Saling Kasih Mengasihi

oleh : Triyono    

Pengarang : Slamet Triyono

Saling Kasih-Mengasihi
Sifat saling mengasihi ini merupakan sifat yang sangat terpuji. Rasa cinta kepada sahabat
inilah yang dapat menimbulkan rasa toleransi, menimbulkan perasaan sepenanggungan. Member maaf yang disadarinya, karena tidak mungkin seseorang itu akan terlepas dari kekeliruan dan kesalahan baik yang sengaja maupun tidak.
Dalam memelihara persahabatan, harus selalu berbuat baik saja, jangan mencari-cari kesalahan atau kekeliruan orang lain, haruslah selalu mancari kebaikannya saja. Oleh karena itu, menjadi keharusan bagi seorang sahabat untuk menjauhi sifat suka berbantahan dan bertengkar, suka mencela dan mengumpat. Tetapi sebaliknya, justru harus suka emmberi maaf.
Rasulullah SAW mengajarkan kepada umat Islam, bukan hanya mengasihi sahabat atau kawannya saja, tetapi juga kepada saudara-saudara sahabat tadi, lebih dari itu, kepada sahabat yang lain.
“Sesungguhnya perempuan itu selalu mengunjungi kami pada masa Khadijah masih hidup. Sesungguhnya memelihara kenangan hubungan baik termasuk sebagian dari iman” (HR. Imam Ahmad).
Sifat selalu member perhatian dengan selalu menanyakan keadaan, keluarganya dan lain sebagainya.
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling kasih-mengasihi dan saling menyayangi sebagaimana satu badan. Apabila satu anggota badan merasa sakit, akan terasa sakit seluruh badan dengan rasa demam dan tidak bias tidur” (HR. Imam Bukhari).
Perhatian seorang sahabat kepada sahabat yang lain dilaksanakan dengan :
1. Saling menanyakan keadaan atau saling berkirim salam berita
2. Saling kunjung mengunjungi
Rasulullah SAW apabila kehilangan salah seorang sahabatnya atau tidak pernah muncul sampai tiga hari selalu menanyakan keadaannya, bahkan dikunjunginya, terutama kalau dalam keadaan sakit atau kesusahan
“Apabila seorang itu cinta kepada sahabatnya harus tahu tentang keadaannya”(HR. Tirmidzi)
“Barang siapa yang menjaga harta kewibawaan saudaranya dengan tidak sepengetahuan orang yang dijaganya, maka orang itu lebih berhak dihadapan Allah untuk dibebaskan daripada api neraka” (HR. Imam Ahmad)
“Janganlah kamu membiarkan orang yang memukul orang lain dengan zalim. Sesungguhnya laknat Allah akan turun terhadap orang yang menyaksikan perbuatan itu, dengan tidak berusaha mencegahnya” (HR. Ath-Thabrani).
“Tolonglah saudaramu yang berbuat Zalim dan tolonglah saudaramu yang dizalimi”. Salah seorang sahabat berkata :”Kita bisa menolong orang yang dizalimi namun bagaimana mungkin menolong orang yang berbuat zalim”.
Orang yang mendiamkan sahabatnya berbuat salah, atau bahkan hanya suka memuji, berarti menjerumuskan kawannya sendiri ke dalam api neraka.
Diterbitkan di: April 25, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.