Gaby, dan lagu karangannya yang MENDADAK popular karena bumbu misterius dibalik kisahnya. Termotivasi pada sebuah tulisan di blog seseorang yang menceritakan kalau Gaby si anak madiun bunuh diri gara-gara ditinggal mati pacarnya yang kecelakaan di
Maospati ( perbatasan Magetan-Madiun ) usai bertemu Gaby di telaga Sarangan.
Yang jadi perhatian saya justru bukan kisah seram si Gaby ( entah benar entah tidak ). Tapi malah tempat kecelakaan pacarnya di Maospati. Setahu saya, sebagai penduduk asli Magetan, jembatan perbatasan tempat pacar Gaby meninggal tersebut memang terkenal angker. Konon ada hantu wanita cantik bernama
Sardikem. Suka mengganggu pengguna jalan. Entah yang tiba-tiba meleng, terjatuh hingga sopir-sopir bus malam ( seperti sumber Kencono, Eka, Mira dll ) yang ditumpangi hantu Sardikem. Penampakan Sardikem suka tiba-tiba naik bus lalu menghilang begitu saja. Kadang sosok wanita cantik yang berdiri menghadang di tengah jalan dan lagi-lagi menghilang . Belum jika tiba-tiba bau wangi menusuk - nusuk penciuman tatkala melewati jembatan tersebut tertutama menjelang petang.
Dari pengalaman pribadi melewati daerah tersebut saat saya dan sodara kembaran saya membeli Magic Jar di Pasaraya Sri Ratu Madiun, pulang manghrib dan kala melintas di jembatan tersebut mendadak motor saya mati. Kami pikir bensin habis, setelah di cek ternyata masih 3/4 ( sebelum berangkat sempat isi bensin, sementara jarak rumah dan Madiun 24km ). Sodara saya mengecek motor ( dia tahu mesin ) dan tidak ada masalah. Saat berpapasan dengan karyawan Kosala Tirta ( tempat rekreasi tak jauh dari jembatan ) kami diminta untuk istirahat dulu. Nunggu hingga adzan berhenti berkumandang dan diminta baca Ayat Kursi. Kami lakukan, dan anehnya saat di starter, motor bisa berjalan kembali.
Kabar dari mulut ke mulut si Sardikem adalah gadis ayu warga sekitar yang bunuh diri karena diperkosa. Dia meninggal karena menceburkan diri ke sungai di bawah jembatan tersebut. Mungkin dia nggak setenar Si Manis Jembatan Ancol, tapi bagi saya pribadi, kebiasaan membunyikan klakson saat melewati jembatan itu musti diingat ( hanya sugesti ).
Saya punya teman, 4 bersodara, anak pertama dan kedua juga meninggal di tahun yang berbeda karena kecelakaan di daerah tersebut. Lebih serem lagi, temen SMU yang meninggal di daerah itu juga dan hingga kini ada bagian tubuh yang belum ditemukan, yaitu mata.
Mungkin anda berfikir kalau penyebab kecelakaan karena kualitas jalan yang buruk. Namun tidak, karena jalan tersebut adalah jalan propinsi yang terjaga kualitasnya, apalagi sering menjadi lalu lalang orang-orang Pangkalan Iswayudi yang tentunya akan menjadi prioritas dari segi kualitas. Apalagi banyak orang asing ( sering orang Rusia ) yang sebagai trainer orang TNI AU sering menggunakan jalan tersebut.
Hmmm, jadi kesimpulan saya satu, dibanding Gaby, kisah Sardikem sebenarnya lebih serem. Percaya nggak percaya pada kisah seram apapun, letak keselamatan kita sebenarnya pada kehati-hatian kita sendiri, yang nggak kalah penting berdoa kepada Tuhan dimana saja adalah hal yang musti kita lakukan. Minta keselamatan tentu bukan sama hantu, tapi sama yang membuat kita hidup yaitu Tuhan, bukan?
Abstrak lain tentang Gaby VS Sardikem