Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Cara Kerja Artikulator

oleh: bondot    
ª
 
Menurut Abercombie mengelompokkan artikulator beserta cara kerjanya atas tiga kelompok atau tiga subsistem yakni: (1) subsistem abdominal, (2) subseistem fonatoris, (3) subsistem artikulatoris.

1. Subsistem Abdominal
Artikulator yang tergolong dalam subsistem abdominal adalah paru-paru, otot perut, dan diafragma, yang seluruhnya ada dalam rongga perut. Gerakan mengembangkan dan megempiskan paru-paru melalui penekanan otot perut dan diafragma. Dengan gerakan ini terjadilah bunyi bahasa. Dari dua gerakan ini kembang kempis itu dihasilkan dua arus udara yaitu udara mengalir keluar (egresif) dan arus udara masuk (ingresif).

2. Subsistem Fonatoris
Artikulator yang tergolong dalam subsistem fonatoris adalah batang tenggorokan, pangkal tenggorok, pita suara, dan rongga kerongkongan, yang seluruhnya ada dalam rongga dada dan leher. Fungsi utama alat ini adalah penghasil bunyi bahasa (fonasi). Sepasang pita suara dapat bergerak membuka dan menutup. Celah di antara dua pita suara ini disebut glotis.

3. Subsistem Artikulatoris

Artikulator yang tergabung dalam subsistem artikulatoris adaah sebagai artikulator aktif, daerah sepanjang atap mulut dan gigi sampai dengan anak tekak sebagai artikulator pasif. Sebagai artikulator aktif, fungsi lidah dan bagian-bagiannya, digerakkan untuk menyentuh daerah sepanjang atap mulut sebagai artikulator pasif, dalam proses menghasilkan bunyi bahasa.

  • Pangkal lidah (dorsum) menghasilkan bunyi dorsovelar
  • Tengah lidah (medium) menghasilkan bunyi medio-palatal
  • Ujung lidah dengan langit-langit keras menghasilkan bunyi apiko-palatal
  • Ujung lidah dengan gusi menghasilkan bunyi apiko-alveolar
  • Ujung lidah dengan gigi menghasilkan bunyi labio-dental
  • Bibir atas dengan bibir bawah menghasilkan bunyi bilabial
  • Bibir dengan gigi atas menghasilkan bunyi labio-dental
  • Gusi dengan daun lidah menghasilkan bunyi lamino-alveolar

Di bagian belakang langit-langit lembut terdapat pangkal tenggorok (faring). dalam pembentukan bunyi bahasa peranannya terutama hanyalah sebagai tabung udara yang melakukan resonansi, artinya ikut bergetar bila pita suara bergetar. Bunyi bahasa yang dihasilkan oleh faring disebut faringal.


Diterbitkan di: 05 Mei, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.