Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Linguistik>Makna dan Fungsi Reduplikasi

Makna dan Fungsi Reduplikasi

oleh: DionThohiron     Pengarang : NN
ª
 

Masalah makna dan fungsi kata ulang (reduplikasi) merupakan dua hal yang sulit dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. (Keraf, 1984: 121). Secara lebih khusus dijelaskan bahwa keseluruhan fungsi reduplikasi sudah membentuk kata ulang dari akta dasar (membentuk klas kata baru) yang maknanya bisa saja masih berhubungan dengan makna kata yang diulang atau bahkan mencerminkan makna kata yang diulang atau membentuk makna baru.

Keraf (1984: 121) menggabungkan arti (makna) kata ulang dalam tujuh kelompok:

a. Kata ulang yang mengandung makna banyak yang jumlahya tidak tentu

Contoh : - buku-buku (BI)

- kuda-kuda (BI)

- bale-bale (BSDN)

- montor-montor (BSDN)

Makna bentuk ulang di atas akan berbeda dengan bentuk “tiga buah buku” atau “lima ekor kuda”, dan seterusnya karena “tiga” dan “lima” jumlahnya tentu/pasti.

a. Kata ulang yang bermakna bermacam-macam

Contoh : - pohon-pohonan (BI)

- buah-buahan (BI)

- tolang-tolangan (BSDN)

- jaje-jajean (BSDN)

“pohon-pohonan” bermakna bermacam-macam pohon, dan “tolang-tolangan” bermakna bermacam-macam (aneka ragam) tolangan atau bijian.

b. Kata ulang dengan makna menyerupai kata yang diulang.

Contoh : - kuda-kuda (BI) bermakna bagian rumah yang berbentuk seperti kuda.

- anak-anakan (BI) bermakna mainan dengan peran seperti anak-anak atau benda lain.

c. Kata ulang yang mengandung melemahkan arti (agak)

Contoh : - kemalu-maluan (BI) / ilaq-ilaqan (BSDN) à dengan makna agak malu.

- sifat kekanak-kanakan (BI) / bebeaq-beaqan (BSDN) à bersifat seperti anak-anak.

- kepalaku pening-pening (BI) à agak pening

d. Kata ulang yang menyatakan intensitas atau kualitas dan kuantitas.

Contoh :

Intenstias kualitatif : - tariklah kuat-kuat (BI)

- awekye kuat-kuat (BSDN)

- belajarlah giat-giat (BI)

- belajar pacu-pacu (BSDN)

Itensitas kuantitatif : - kuda-kuda (BI) / jaran-jaranan (BSDN)

- buah-buah (BI) / buaq-buaq (BSDN)

- anak-anak (BI) / kanak-kanak (BSDN)

Intensitas frekuentif : - ia menggeleng-gelengkan kepalanya (BI)

- ia mondar-mandir sejak pagi (BI)

- intek-intekangne otakne (BSDN)

- ie keto ketek lekan kelemaq (BSDN)

e. Kata ulang dengan makna saling atau pekerjaan yang berbalasan (Resprok)

Contoh : - Ia berpeluk-pelukan dengan Anun (BI)

- Keduanya bersalam-salaman (BI)

- Hidup bertetangga harus saling tolong-menolong (BI)

f. Kata ulang yang mengandung makna korelatif

Contoh : - due-due angkune sugul (BSDN)

- dua-dua sekaligus diambilnya.

Diterbitkan di: 15 Maret, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh kalimat kolektif Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh yang menyatakan tidak bersyarat Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ap makna berpeluk-pelukan ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    plis.. kasih tau aku kata ulang yang bermakna sering donk....... Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.