Kita sering mendengar bahkan pernah juga mungkin menggunakan istilah "peribahasa". Apa sebenarnya pengertian dari "peribahasa"? Apa saja ciri-ciri yang menandakan sebuah pernyataan merupakan "peribahasa"? Dan apa pula jenis-jenis dari "peribahasa"?
Secara ringkas peribahasa dapat diartikan sebagai kaliamt atau penggalan kalimat yang telah membeku bentuk, makna, dan fungsinya dalam masyarakat; bersifat turun temurun; dipergunakan untuk penghias karangan atau percakapan, penguat maksud karangan, pemberi nasihat, pengajaran, atau pedoman hidup.
Berdasarkan batasan di atas, maka kita dapat mencirikan peribahasa sebagai berikut:
- segi bentuk = berupa kalimat atau penggalan kalimat
- segi sifat = turun temurun, tetap
- segi guna = penghias, penguat, pemberi nasihat, pengajaran, pedoman hidup
- segi cakupannya = bidal, pepatah, perumpamaan, ibarat, dan pemeo
Dari poin ke empat, kita sudah dapat tahu bermacam jenis yang dapat digolongkan ke dalam peribahasa. Lebih jelasnya kita bahas satu persatu secara singkat.
A. Bidal
Bidal adalah bahasa kias yang tetap susunannya. Sebagai contoh:
a. habis gelap terbitlah terang
b. bahasa menunjukkan bangsa
B. Pepatah
pepatah adalah kiasan yang dinyatakan dengan kalimat selesai, tetapi seolah-olah dipatah-patahkan. isinya berupa nasihat atau ajaran. contoh:
a. Ikut hati mati, ikut rasa binasa
b. Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah
C. Perumpamaan
Perumpamaan adalah kalimat yang mengungkapkan keadaan atau kelakuan seseorang dengan mengambil perbandingan dari alam sekitar dan selalui didahului kata-kata perbandingan. contoh:
a. seperti anjing dan kucing
b. Laksana kera dapat bunga
D. Ibarat
Ibarat sebenarnya sama halnya dengan perumpamaan, ibarat pun memperbandingkan, tetapi diiringi dengan bagian-bagian kalimat yang menjelaskan. contoh:
a. Bagai karakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau
b. ibarat balam, mata lepas badan terkurung
E. Pemeo
Pemeo adalah bagian dari peribahasa. Akan tetapi pemeo merupakan kata-kata yang akhirnya menjadi populer. Kata-kata pemeo mengandung dorongan semangat yang biasanya dipakai untuk semboyan-semboyan perjuangan. Di samping itu, pemeo juga dipakai untuk mengejek orang sehingga isinya berupa ejekan. contoh:
a. sekali merdeka, tetap merdeka!
b. bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!
c. Esa hilang, dua terbilang.