Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Kata Baku dan Tidak Baku

oleh: dafie     Pengarang : Haryati
ª
 
KATA BAKU DAN TIDAK BAKU
(Oleh: Danang Firmanto)

Kecintaan terhadap bahasa akan semakin tumbuh bila didukung dengan pemahaman bahasa Indonesia yang baik. Salah satu wujud kecintaan bahasa Indonesia pada masa itu adalah pengangkatan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan dengan nama bahasa Indonesia. Pemilihan ini didasari kenyataan bahwa bahasa Melayu memiliki kelebihan dibandingkan bahasa – bahasa lain. Seperti misalnya kedemokratisan bahasa Melayu yang bersesuaian dengan aspirasi masyarakat yang berkembang saat itu. Kemudian keterbukaan bahasa Melayu terhadap pengaruh asing sehingga memungkinkan bahasa itu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

Selain itu, ada dua faktor yang menentukan yaitu kesejarahan dan psikologis. Sejarah memberi bukti, bahasa Melayu telah lama digunakan sebagai lingua franka atau bahasa perhubungan dan penuturnya tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Dari faktor psikologis maksudnya adalah tidak adanya persaingan bahasa sehingga masyarakat dari berbagai etnik di Indonesia dengan ikhlas menerima bahasa itu sebagai bahasa persatuan.

Sesuai dengan perkembangan zaman, bahasa Indonesia mengalami perkembangan pula. Dalam perkembangan itulah diperlukan adanya acuan yang dapat dijadikan pedoman bagi para masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia sebagai perantara berkomunikasi. Tidak hanya dalam berkomunikasi saja, tetapi dalam hal tulis – menulis juga membutuhkan acuan.

Kata-kata baku adalah kata-kata yang standar sesuai dengan aturan kebahasaaan yang berlaku, didasarkan atas kajian berbagai ilmu, termasuk ilmu bahasa dan sesuai dengan perkembangan zaman. Kebakuan kata amat ditentukan oleh tinjauan disiplin ilmu bahasa dari berbagai segi yang ujungnya menghasilkan satuan bunyi yang amat berarti sesuai dengan konsep yang disepakati terbentuk.
Kata baku sebenanya merupakan kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan. Konteks penggunaannya adalah dalam kalimat resmi, baik lisan maupun tertulis dengan pengungkapan gagasan secara tepat.

Suatu kata bisa diklasifikasikan tidak baku bila kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang ditentukan. Biasanya hal ini muncul dalam bahasa percakapan sehari-hari, bahasa tutur. Kita sering menyepelekan tutur kata yang kita ucapkan. Padahal yang kita ucapkan belum tentu sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Sedangkan kata tidak baku merupakan kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang ditentukan. Seperti misalnya dalam bahasa percakapan sehari – hari, bahasa tutur.

Fungsi Pembakuan Kata dalam Bahasa Indonesia
Terdapat 4 fungsi dilakukan pembakuan kata dalam bahasa Indonesia, diantaranya:
Fungsi Pemersatu
Fungsi ini mempunyai maksud, bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi harus mampu mempersatukan suku – suku yang jumlahnya mencapai ratusan suku di Indonesia. Selain itu harus mampu menjadi pengungkap kebudayaan nasional yang berasal dari tradisi, adat, suku, dari seluruh wilayah Indonesia.
Fungsi Penanda Kepribadian
Artinya pembakuan bahasa Indonesia harus mengarah pada bahasa Indonesia modern yang mencerminkan ciri manusia Indonesia modern yang beradab.
Fungsi Penambah Kewibawaan
Yang dimaksud ialah pembakuan yang mengarah pada penggunaan bahasa Indonesia di bidang teknologi modern dan kebudayaan baru serta digunakan secara mahir oleh para pemakainya akan meningkatkan kewibawaan bahasa dan pemiliknya.
Fungsi Kerangka Acuan
Yaitu ukuran yang disepakati bersama tentang penggunaan bahasa dalam konteks tertentu.

Ragam Baku yang Terdapat dalam Bahasa Indonesia
Ada 13 ciri ragam baku yang terdapat dalam bahasa Indonesia, diantaranya:
 Penggunaan prefiks ber- dan me- secara eksplisit dan konsisten untuk kata – kata kerja yang mengharuskan penggunaan prefiks tersebut. (bertolak, membantu)
 Penggunaan kata tugas secara eksplisit dan konsisten. (oleh, kepada)
 Penggunaan kata tugas sesuai dengan fungsinya.
 Penggunaan fungsi – fungsi gramatikal secara eksplisit dan konsisten.
 Penggunaan bentuk gramatikal yang tidak redundan.
 Penggunaan struktur logika yang benar. (antara – dan)
 Penggunaan kata sapaan formal, dan menghindari penggunaan kata sapaan tidak formal. (Anda, Saudara, Bapak)
 Penggunaan pola urutan “aspek + pelaku + kata kerja” pada bentuk kata kerja pasif berperilaku. (sudah kami usulkan, dapat kami simpulkan)
 Penggunaan bentuk terpadu (sintetik), buka bentuk terberai (analitik). (kasih nasihat = menasihati, bikin pusing = memusingkan)
 Penggunaan lafal baku dalam pemakaian bahasa lisan, yaitu lafal bahasa Indonesia yang tidak dikenali lagi ciri kedaerahannya. (sistem bukan dibaca ‘e’ pepet, tetapi dibaca ‘i’ /sistim)
 Menggunakan sistem tulis resmi dalam pemakaian bahasa tulis. (apotek, karier)
 Terhindar dari pemendekan bentuk kata dan bentuk kalimat. (ndak = tidak, ke mana? = Anda akan pergi ke mana?)
 Terhindar dari pemakaian unsur gramatikal, leksikal, maupun lafal kedaerahan dan asing. (Mbantul = Bantul, khenerasi = generasi)
Penggunaan ragam baku biasanya pada: surat menyurat antarlembaga, laporan keuangan, karangan ilmiah, lamaran pekerjaan, surat keputusan, perundangan, nota dinas, rapat dinas, pidato resmi, diskusi, penyampaian pendidikan, dan lain – lain.

Sumber:
(Haryati, 2001. Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa. Yogyakarta)

Diterbitkan di: 26 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Apakah wujud merupakan kata baku Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kata baku dari kata nyontek,nganalisa,nyari,bantuin,pengen,nyimpan,mensortir Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa kata baku itu harus di rubah dari yang telah ada Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah kata baku dan tidak baku masuk dalam bab EYD Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengertian bahasa baku yang tidak di pengaruhi bahasa daerah Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    coba sebutkan kekurangan dan kelebihan menggunakan kata baku dalam komunikasi formal? share ke jichun_25@yahoo.com Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengertian kata baku dan tidak baku ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Kata baku adalah kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan Kata tidak baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang ditentukan. 31 Juli 2013
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    coba sebutkatan 10 contoh kalimat yang tidak baku? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    caba berikan 5 kata baku dan 5 kta tidak baku dalam bidang matematika? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kata yang tidak baku tlong di tuliskan pngertiannya Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. dafie

    Komentar

    Tulisannya membantu pemahaman saya ttg kata baku dan tidak baku.. super sekali

    0 Nilai 14 Oktober 2012
X

.